Assalamu'alaikum.

Assalamu'alaikum
Selamat datang di blog ini. Terimaksih atas kunjungannya sahabat

Semoga dapat bermanfaat untuk membuat kita lebih baik lagi, amin....
(bagi yang ingin copy and share artikel yang ada dblog ini, silahkan saja, asal cantumkan sumbernya... :)

Monday, 7 June 2010

Islamkah Aku?

Ketauhidan umat Islam saat ini,nyaris hilang. Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Bahkan dalam Pancasila yang merupakan Dasar Negara,yang pertama menyebutkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Namun kenyataannya banyak yang hidup tidak sesuai tuntunan Islam,sedikit yang benar-benar merasa ‘ada’ Tuhan Yang Maha Esa. Karena sesungguhnya rakyat Indonesia memeluk Islam bukan karena kesadaran akan tetapi karena keturunan atau warisan dari nenek moyangnya.

Asalkan orang tua beragama Islam maka anak yang lahir langsung dianggap beragama Islam. Sementara sedikit sekali orang tua yang mengerti apa yang seharusnya dilakukan agar agama Islam itu benar-benar menjadi sebuah pedoman menjalani hidup bukan sekedar agama untuk status dalam KTP.

Kebanyakan orang islam yang ditanya,apa buktinya jika kamu islam?

Ia akan menjawab
1. saya bersyahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
2. karena saya sholat

Islam berarti Selamat. Jika seseorang telah berkomitmen masuk Islam seharusnya ia juga konsisten terhadap segala konsekuensi sebagai seorang muslim. Menyelamatkan orang-orang di sekitarnya,orang tua, keluarga,saudara, teman,tetangga dari kemunkaran terhadap Islam. Namun sayang sedikit sekali yang menyadari ini sejak awal.

Ketika seseorang bersumpah bahwa ‘Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah’ namun dalam kehidupannya ia tidak pernah merasa Allah itu ada,tidak pernah merasa segala sesuatunya Allah yang jamin,merasa senantiasa diawasi Allah maka sama artinya ia tidak pernah bersyahadat.

Ketika semua tingkah lakunya tidak seperti yang diajarkan Allah dalam Al-Quran atau berdasar sunah Rasul SAW, maka ia sudah mangkir dari syahadat yang diucapkan. Menghafal Al-Quran & Hadits itu adalah mulia,namun hafal saja tanpa ada bukti dalam keseharian sama saja ‘bohong’.

Seseorang menjadikan ‘sholat’ sebagai bukti bahwa ia Islam adalah amat dangkal. Karena sholat sendiri amat banyak tingkatannya. Sholat karena ria,sholat yang hanya gugur gunung,sholat karena ikhlas dan mengharap ridho Allah,sholat yang ditunggangi setan,dll.

Jikalau sholat itu mampu mencegah seseorang berbuat munkar & menuai banyak kebaikan,inilah bukti sholat yang diajarkan oleh Islam. Ketika sholat mampu membuat seseorang tidak kikir, mudah mengeluarkan sedekah, sering membantu meringankan beban saudara,teman atau tetangga, inilah sholat yang berpahala, yang sekaligus dicintai Allah.

Jika kita merasa telah sholat tapi masih korupsi, mengambil hak orang lain, membiarkan tetangga kelaparan, teman maksiat dibiarkan tanpa diperingatkan, orang tua yang telah renta disia-siakan, saudara yang yatim tidak juga dibantu. Untuk apa sholat yang setiap hari dilakukan tersebut?

Jadi mari kita sebagai muslim kembali mengevaluasi diri,sudah benarkah sholat kita membuktikan bahwa kita Islam?

Jika sudah.. jangan merasakan kenikmatan pahala sholat seorang diri, buka pikiran orang lain untuk menyadari hal ini, sehingga sholatnya juga menjadi sholat yang benar,berpahala dan menentramkan hati.

Bagi yang belum… mumpung masih ada waktu, mari bergegas benahi diri,benahi amalan kita. Karena ingatlah hanya amal sholeh kitalah yang menyertai kita hingga hari akhir,bukan harta yang kita mililki saat ini,bukan orang yang kita cintai dan mencintai kita.

“Harta dan anak adalah perhiasan dunia,tetapi amalan-amalan yang kekal lagi sholeh adalah lebih baik pahalanya disisi Tuhanmu.” (Al-Kahfi : 46)

Wa’allahu a’lam bishowab

Sumber: http://www.facebook.com/notes/al-ukhuwah-wal-ishlah/islamkah-aku/125243804176515

No comments:

Post a Comment