Assalamu'alaikum.

Assalamu'alaikum
Selamat datang di blog ini. Terimaksih atas kunjungannya sahabat

Semoga dapat bermanfaat untuk membuat kita lebih baik lagi, amin....
(bagi yang ingin copy and share artikel yang ada dblog ini, silahkan saja, asal cantumkan sumbernya... :)

Tuesday, 18 May 2010

Ke Empat Istri Kita

.....*Suatu Kisah Menarik yang
penuh hikmah tentang
Pedagang Kaya dengan empat
Orang Istrinya.
Suatu ketika, ada seorang
pedagang kaya yang
mempunyai 4 orang istri. Dia
mencintai istri yang keempat,
dan menganugerahinya harta
dan kesenangan yang banyak.
Sebab, dialah yang tercantik
diantara semua istrinya. Pria ini
selalu memberikan yang terbaik
buat istri keempatnya ini.
Pedagang itu juga mencintai
istrinya yang ketiga. Dia sangat
bangga dengan istrinya ini, dan
selalu berusaha untuk
memperkenalkan wanita ini
kepada semua temannya.
Namun, ia juga selalu khawatir
kalau istrinya ini akan lari
dengan pria yang lain.
Begitu juga dengan istri yang
kedua. Ia pun sangat
menyukainya. Ia adalah istri
yang sabar dan pengertian.
Kapanpun pedagang ini
mendapat masalah, dia selalu
meminta pertimbangan istrinya
ini. Dialah tempat bergantung.
Dia selalu menolong dan
mendampingi suaminya,
melewati masa-masa yang
sulit.
Sama halnya dengan istri yang
pertama. Dia adalah pasangan
yang sangat setia. Dia selalu
membawa perbaikan bagi
kehidupan keluarga ini. Dia lah
yang merawat dan mengatur
semua kekayaan dan usaha
sang suami. Akan tetapi, sang
pedagang, tak begitu
mencintainya. Walaupun sang
istri pertama ini begitu sayang
padanya, namun, pedagang ini
tak begitu mempedulikannya.
Suatu ketika, si pedagang sakit.
Lama kemudian, ia menyadari,
bahwa ia akan segera
meninggal. Dia meresapi semua
kehidupan indahnya, dan
berkata dalam hati. “Saat ini,
aku punya 4 orang istri. Namun,
saat aku meninggal, aku akan
sendiri. Betapa menyedihkan
jika aku harus hidup sendiri. ”
Lalu ia meminta semua istrinya
datang, dan kemudian mulai
bertanya pada istri
keempatnya. “Kaulah yang
paling kucintai, kuberikan kau
gaun dan perhiasan yang indah.
Nah, sekarang, aku akan mati,
maukah kau mendampingiku
dan menemaniku? Ia terdiam.
“ Tentu saja tidak, “jawab
istri keempat, dan pergi begitu
saja tanpa berkata-kata lagi.
Jawaban itu sangat
menyakitkan hati. Seakan-akan,
ada pisau yang terhunus dan
mengiris-iris hatinya. Pedagang
yang sedih itu lalu bertanya
pada istri ketiga. “Akupun
mencintaimu sepenuh hati, dan
saat ini, hidupku akan berakhir.
Maukah kau ikut denganku, dan
menemani akhir hayatku?
Istrinya menjawab, Hidup
begitu indah disini. Aku akan
menikah lagi jika kau mati. Sang
pedagang begitu terpukul
dengan ucapan ini. Badannya
mulai merasa demam.
Lalu, ia bertanya pada istri
keduanya. “Aku selalu
berpaling padamu setiap kali
mendapat masalah. Dan kau
selalu mau membantuku. Kini,
aku butuh sekali
pertolonganmu. Kalau ku mati,
maukah kau ikut dan
mendampingiku? Sang istri
menjawab pelan. “Maafkan
aku,” ujarnya “Aku tak bisa
menolongmu kali ini. Aku hanya
bisa mengantarmu hingga ke
liang kubur saja. Nanti, akan
kubuatkan makam yang indah
buatmu. Jawaban itu seperti
kilat yang menyambar. Sang
pedagang kini merasa putus
asa. Tiba-tiba terdengar sebuah
suara. “Aku akan tinggal
denganmu. Aku akan ikut
kemanapun kau pergi. Aku, tak
akan meninggalkanmu, aku
akan setia bersamamu. Sang
pedagang lalu menoleh ke
samping, dan mendapati istri
pertamanya disana. Dia tampak
begitu kurus. Badannya tampak
seperti orang yang kelaparan.
Merasa menyesal, sang
pedagang lalu bergumam,
“ Kalau saja, aku bisa
merawatmu lebih baik saat ku
mampu, tak akan kubiarkan kau
seperti ini, istriku. ”
Teman, sesungguhnya kita
punya 4 orang istri dalam hidup
ini. Istri yang keempat, adalah
tubuh kita. Seberapapun
banyak waktu dan biaya yang
kita keluarkan untuk tubuh kita
supaya tampak indah dan
gagah, semuanya akan hilang.
Ia akan pergi segera kalau kita
meninggal. Tak ada keindahan
dan kegagahan yang tersisa
saat kita menghadap-Nya.
Istri yang ketiga, adalah status
sosial dan kekayaan. Saat kita
meninggal, semuanya akan
pergi kepada yang lain. Mereka
akan berpindah, dan melupakan
kita yang pernah memilikinya.
Sedangkan Istri yang kedua,
adalah kerabat dan teman-
teman. Seberapapun dekat
hubungan kita dengan mereka,
mereka tak akan bisa bersama
kita selamanya. Hanya sampai
kuburlah mereka akan
menemani kita.
Dan, teman, sesungguhnya,
Istri pertama kita adalah jiwa
dan amal kita. Mungkin, kita
sering mengabaikan, dan
melupakannya demi kekayaan
dan kesenangan pribadi.
Namun, sebenarnya, hanya jiwa
dan amal kita sajalah yang
mampu untuk terus setia dan
mendampingi kemanapun kita
melangkah. Hanya amal yang
mampu menolong kita di
akhirat kelak. Jadi, selagi
mampu, perlakukanlah jiwa dan
amal kita dengan bijak. Jangan
sampai kita menyesal
belakangan.

Sumber: http://www.facebook.com/home.php?#!/?page=1&sk=messages&tid=1473453355605

No comments:

Post a Comment