Assalamu'alaikum.

Assalamu'alaikum
Selamat datang di blog ini. Terimaksih atas kunjungannya sahabat

Semoga dapat bermanfaat untuk membuat kita lebih baik lagi, amin....
(bagi yang ingin copy and share artikel yang ada dblog ini, silahkan saja, asal cantumkan sumbernya... :)

Saturday, 29 May 2010

MARAH?

Emosi atau suka marah adalah bagian dari akhlak tercela yang harus dijauhi oleh setiap muslim atau muslimat. Kenapa? Ya, karena hanya akan mendatangkan permusuhan dan kerugian dalam hidup bermasyarakat. Rosulullah SAW memberikan larangan kepada ummatnya untuk melakukan perbuatan emosi atau mudah marah dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Karena yang dikatakan orang kuat bukanlah orang yang mampu membanting atau meninju, memukul seseorang dengan keras, tetapi yang dikatakan orang kuat adalah yang mampu menahan emosinya ketika marah. Bahkan mampu memaklumi dan memaafkan kesalahan orang lain. Bila bisa dilakukan, maka dia termasuk golongan manusia yang mendapat jaminan syurga dengan berbagai kenikmatan di dalamnya.

Nabi Muhammad SAW pada suatu ketika (waktu ashar) berkhutbah yang antara lain bersabda bahwa "Sesungguhnya anak cucu Adam dijadikan atas beberapa tingkatan yang bermacam-macam. Ada yang lambat marahnya dan cepat kembali, ada yang cepat marahnya dan cepat kembali, ada yang cepat marahnya dan marah terus. Untuk itu, ketahuilah bahwa sesungguhnya kemarahan adalah bara api di hati anak Adam, Coba perhatikan, apakah tidak kalian lihat memerahnya kedua belah mata dan menegangkan urat leher? Karena itu, barangsiapa merasakan munculnya perasaan emosi, hendaklah dia tetap berada di tempat”.

Larangan manusia bersikap emosi, banyak diterangkan dalam Al-Qur'an, diantaranya dalam Surat Al-Fatihah ayat 7, Surat Asy-Syura ayat 37, Surat Al-Anbiya ayat 87, dan Surat Al-Mumtahanah ayat 13 (tolong baca Al-Qur’an dan terjemahannya). Sedangkan hadist-hadist Nabi Muhammad SAW di antaranya sabda beliau yang melarang bersikap emosi adalah :

1. Dari Abu Hurairah r.a. bahwa sesungguhnya ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW : "Ya Rosulullah, berwasiatlah kepadaku". Jawab Rosulullah : "Janganlah engkau marah". Rosulullah mengulangi berkali-kali "Janganlah engkau marah" (HR Bukhari).
2. Dari Abu Hurairah r.a. bahwa sesungguhnya Rosulullah SAW telah bersabda : "Orang yang kuat bukanlah orang yang kuat bantingan, namun orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai nafsunya ketika marah" (HR Bukhari dan Muslim).
3. Dari Mu'adz bin Anas r.a. bahwa sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda : "Barangsiapa menahan marah padahal dia mampu untuk mencurahkan kemarahannya, maka pada hari kiamat nanti Allah SWT akan memanggil dirinya sebagai pemimpin makhluk, sehingga dia dipersilahkan untuk memilih bidadari yang dikehendakinya" (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).
4. Dari Sulaiman bin Shurad r.a. dia telah berkata : "Aku pernah duduk bersama Nabi SAW, sedang di sisi lain ada dua orang yang sedang saling memaki. Salah seorang diantaranya telah kelihatan merah mukanya dan urat-uratnya kelihatan tegang. Rosulullah SAW kemudian bersabda : "Sungguh aku mengetahui kata-kata, yang seandainya seseorang di antara keduanya bersedia mengucapkannya, niscaya hilanglah dari padanya apa yang ia dapati. Seandainya dia bersedia membaca : A'udzu billahi minasy syaithanir rajim (aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk), niscaya hilanglah emosi yang dia dapati. Lalu para sahabat berkata kepadanya : 'Sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda "Berlindunglah kamu kepada Allah dari syaitan yang terkutuk" (HR Bukhari dan Muslim).
5. Hadist yang diriwayatkan oleh Dailami bahwa Rosulullah bersabda "Allah 'azza wa jalla telah berfirman : 'Barangsiapa ingat kepada-Ku ketika marah, maka Aku akan ingat kepadanya ketika Aku marah, dan Aku tidak menghancurkannya dalam golongan orang yang Aku hancurkan".

Apa resep untuk menghentikan rasa marah?

Resepnya yaitu dengan membaca ta'awudz "A'udzu billahi minasy syaithanir rajim (aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)" atau dengan berwudhu'. Sebab emosi atau marah itu adalah pengaruh syaitan, sedangkan syaitan sangat takut terhadap orang yang membaca ta'awudz dan sebaliknya apabila salah seorang di antara kalian marah, hendaklah segera berdiam diri. Jangan banyak bicara atau banyak bergerak, namun perbanyaklah berdzikir kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Surat Thaha ayat 81,"Makanlah di antara rizki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah dia".

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat....amiin.

Sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=114477478595151

No comments:

Post a Comment