Assalamu'alaikum.

Assalamu'alaikum
Selamat datang di blog ini. Terimaksih atas kunjungannya sahabat

Semoga dapat bermanfaat untuk membuat kita lebih baik lagi, amin....
(bagi yang ingin copy and share artikel yang ada dblog ini, silahkan saja, asal cantumkan sumbernya... :)

Saturday, 1 May 2010

“Demi Hari yang Lebih Panas”

"KALAU kalian menginginkan cerita yang menarik, dengarlah apa yang akan kututurkan ini," kata Abu Qubaisy, menjawab permintaan salah seorang muridnya.



Ketika membuka majelis taklimnya sore itu, guru besar yang arif tersebut sebenarnya berbicara tentang perlunya orang memegang etika dalam hidup ini. Sebab kata Rasulullah Saw, yang terbanyak membuat orang masuk surga adalah amal saleh dan sikap santun dalam hidup. Namun seorang murid meminta mahaguru yang arif itu menyampaikan sebuah kisah teladan yang menarik.

"Pernahkah kalian mendengar nama Al-Hajjaj Ibn Yusuf al-Tsaqafi?" tanya Abu Qubaisy kepada murid-muridnya yang sedang takzim mendengar.

"Maksud Tuan Amir Irak pada masa kekhalifahan Abd al-Malik Ibn Marwan, bukan?" jawab seorang murid sambil bertanya menepis ragu.

"Benar. Beliau adalah pejabat tinggi yang tak bisa makan tanpa teman. Suatu hari dalam suatu perjalanan berburu, beliau ingin makan bersama orang yang bukan anggota rombongannya. Maka salah seorang anggota rombongan pun mencari orang untuk teman makan sang amir. Ketika menemukan seorang Badwi kampung yang sedang tidur, maka dibangunkanlah ia. Lalu Badwi itu dibawa ke hadapan Al-Hajjaj.

"Tahukah kau, siapa aku?" tanya Al-Hajjaj kepada Badwi tersebut.

Karena ketika dijemput Badwi itu telah diberitahukan kepada siapa dia akan dihadapkan, maka ketika mendengar pertanyaan tersebut, Badwi itu menjawab kenal seraya menyebut Al-Hajjaj Ibn Yusuf al-Tsaqafi dengan menambahkan keterangan 'seorang amir yang masyhur.' Namun ketika ditawari makan bersama, Badwi yang tampak kelaparan dan kehausan di padang pasir tersebut menolak. Katanya dia sedang menanti undangan makan dari pengundang yang luar biasa.

Ketika dengan heran Al-Hajaj bertanya siapakah yang lebih mulia daripada dia yang mau mengundang makan Badwi kampung itu, Badwi tersebut berkata bahwa dia sedang berpuasa dan akan dijamu makan oleh Allah yang Mahamulia.

Al-Hajja pun bertanya untuk apa puasa di hari yang demikian panas. Badwi itu menjawab, demi mengelakkan hari yang lebih panas lagi.

"Yang dimaksudkan hari yang lebih panas adalah neraka," kata Abu Qubaisy seraya mengakhiri ceritanya yang memikat.*

Sumber: www.harianterbit.com

Sumber: http://www.facebook.com/notes/al-ukhuwah-wal-ishlah/-demi-mengelakkan-hari-yang-lebih-panas-lagi/115367215164174

No comments:

Post a Comment