Assalamu'alaikum.

Assalamu'alaikum
Selamat datang di blog ini. Terimaksih atas kunjungannya sahabat

Semoga dapat bermanfaat untuk membuat kita lebih baik lagi, amin....
(bagi yang ingin copy and share artikel yang ada dblog ini, silahkan saja, asal cantumkan sumbernya... :)

Wednesday, 21 April 2010

**TIPE WANITA DALAM AL-QUR'AN**

Ketika memasuki sebuah showroom, butik, atau toko yang menjual pakaian
wanita, kita akan mendapatkan pakaian dalam berbagai bentuk, corak, dan
ragamnya. Mau pilih yang mana?

Semuanya terserah kita. Sebab kita sendiri yang akan memakainya. Kita pula
yang akan menerima konsekuensi dari memakai pakaian tersebut.

Pakaian dapat kita analogikan dengan kepribadian. Seperti halnya pakaian,
kepribadian wanita pun memiliki beragam jenis dan corak. Kita diberi kebebasan
untuk memilih tipe mana saja yang paling disukainya.

Namun ingat, dalam setiap pilihan ada tanggung jawab yang harus dipikul.
Karena itu, agar tidak menyesal di kemudian hari, Al-Qur’an memberi tuntunan
kepada orang-orang beriman (khususnya Muslimah) agar tidak salah dalam
memilih kepribadian.

Setidaknya ada lima tipe wanita dalam Al-Qur’an, yakni,

Pertama, tipe pejuang. Wanita tipe pejuang memiliki kepribadian kuat. Ia berani
menanggung risiko apa pun saat keimanannya diusik dan kehormatannya dilecehkan.

Tipe ini diwakili oleh Siti Asiyah binti Mazahim, istri Fir’aun. Walau berada dalam
cengkraman Fir’aun, Asiyah mampu menjaga aqidah dan harga dirinya sebagai
seorang Muslimah.

Asiyah lebih memilih istana di surga daripada istana di dunia yang dijanjikan Fir’aun.
Allah SWT mengabadikan do’anya,

“Dan Allah menjadikan perempuan Fir’aun teladan bagi orang-orang beriman,
dan ia berdo’a : Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam
surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku
dari kaum yang dzalim.” (QS. At-Tahriim [66] : 11).

Kedua, tipe wanita shalihah yang menjaga kesucian dirinya. Tipe ini diwakili
Maryam binti Imran. Hari-harinya ia isi dengan ketaatan kepada Allah. Ia pun
sangat konsisten menjaga kesucian dirinya. “Bagaimana akan ada bagiku seorang
anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku
bukan (pula) seorang pezina!” demikian ungkap Maryam (QS. Maryam [19] : 20).

Karena keutamaan inilah, Allah SWT mengabadikan namanya sebagai nama salah
satu surat dalam Al-Qur’an (QS. Maryam [19]). Maryam pun diamanahi untuk mengasuh
dan membesarkan Kekasih Allah, Isa putra Maryam (QS. Maryam [19] : 16-34).

Allah SWT memuliakan Maryam bukan karena kecantikannya, namun karena keshalihan
dan kesuciannya.

Ketiga, tipe penghasut, tukang fitnah, dan biang gosip. Tipe ini diwakili Hindun, istrinya
Abu Lahab. Al-Qur’an menjulukinya sebagai “pembawa kayu bakar” alias penyebar fitnah.

Dalam istilah sekarang, wanita penyiram bensin. “Binasalah kedua tangan Abu Lahab
dan sesungguhnya ia akan binasa. demikian pula istrinya, pembawa kayu bakar yang
di lehernya ada tali dari sabut.” (QS. Al-Lahab [111] : 1-5).

Bersama suaminya, Hindun bahu membahu menentang dakwah Rasulullah SAW,
menyebar fitnah, dan melakukan kezaliman. Isu yang awalnya biasa, menjadi luar
biasa ketika diucapkan Hindun.

Keempat, tipe wanita penggoda. Tipe ini diperankan Zulaikha saat menggoda Nabi Yusuf.
Petualangan Zulaikha diungkapkan dalam Al-Qur’an,

“Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan
dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata,

“Marilah ke sini.” Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah
memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan
beruntung.” (QS. Yusuf [12] : 23).

Kelima, tipe wanita pengkhianat dan ingkar terhadap suaminya. Allah SWT memuji
wanita yang tidak taat kepada suaminya yang zalim, seperti dilakukan perempuan Fir’aun
(QS. At-Tahriim [66] : 11).

Namun, pada saat bersamaan Allah pun mengecam perempuan
yang bekhianat kepada suaminya (yang shaleh). Istrinya Nabi Nuh dan Nabi Luth mewakili
tipe ini.

Saat suaminya memperjuangkan kebenaran, mereka malah menjadi pengkhianat dakwah.
Difirmankan, “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir.

Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shaleh di antara hamba-
hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya
itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan
(kepada keduanya) : Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk
(neraka).” (QS. At-Tahriim [66] : 10).

Wanita-wanita yang dikisahkan Al-Qur’an ini hidup ribuan tahun lalu. Namun karakteristik
dan sifatnya tetap abadi sampai sekarang.

Ada tipe pejuang yang kokoh keimanannya, ada wanita shalihah yang tangguh dalam
ibadah dan konsisten menjaga kesucian diri, ada pula tipe penghasut, penggoda, dan
pengkhianat.

Terserah kita mau pilih yang mana.

Bila memilih tipe pertama dan kedua, maka kemuliaan dan kebahagiaan yang akan kita
dapatkan. Sedangkan bila memilih tiga tipe terakhir, kehinaan di dunia dan kesengsaraan
akhiratlah akan kita rasakan.

“Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi
penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan
pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. An-Nuur [24] : 34).

Wallaahu a’lam.

Kota Santri.com

Sumber: http://www.facebook.com/notes/al-ukhuwah-wal-ishlah/tipe-wanita-dalam-al-quran/112524102115152

No comments:

Post a Comment