Assalamu'alaikum.

Assalamu'alaikum
Selamat datang di blog ini. Terimaksih atas kunjungannya sahabat

Semoga dapat bermanfaat untuk membuat kita lebih baik lagi, amin....
(bagi yang ingin copy and share artikel yang ada dblog ini, silahkan saja, asal cantumkan sumbernya... :)

Loading...

Saturday, 24 April 2010

**LANTARAN ILMU**

Siapa kira si-Heryawan dapat meraih kesuksesannya perlahan demi perlahan.Menghadapi
ujian dengan sabar-sesabarnya.

Hingga pada satu titik dimana orang disekitarnya yang begitu memperhatikannya mengatakan,

"Nih Heryawan dah harus dibantu."

Tapi lantaran ilmunya yang melebihi teman-temannya ia berpendapat bahwa meminta
sepantasnya hanyaAllah SWT.

Yang Maha Pemberi Rizki sang Maha Pemberi unuk hambanya yang meminta hanya
kepada-Nya.

Gawatnya, kalau teman-teman sekitarnya dah bilang harus ditolong nih manusia yang
namanya Heryawan,

tetapi yang bikin gemes si Heryawan masih aja suka infaq. Dia patokin minimal sehari
Rp.2000 untuk infaq.

"Gile bener nih orang, untuk makan aja Cuma kuat untuk satu hari, masih aja infaq,"
kata Joni pas di warung kopi saatkongkow.

Tahajud, Subuh berjamaah di shof terdepan, Dhuha 4 rakaat, Zuhur berjamaah di shof
terdepan, Ashar berjamaah juga sampai Isya gak pernah ditinggalin.

Terus heryawan patokin waktu infaq terbaik adalah setelah Dhuha, kalau lagi dirumah
dia jalan kaki muterin komplek nyari tukangminta-minta untuk diberikan jatah infaq setiap
harinya Rp.2000,-.

Memang semenjak di pecat 3 bulan lalu si Heryawan sabar banget menunggu panggilan
kerja. Kalau teman-teman lainnya pada demo minta pesangon sama bosnya yang entah
dah lari kemana, si Heryawan mah malah tambah cinta sama Allah SWT.

"Cuma Allah saja tempat meminta", katanya pasdiajak demo sama teman-temannya.

"iiiiih sebel gak sih loh sama nih orang," si Slamet ngedumel sambil bergabung sama
teman-temannya untuk Demo.

Sementara teman-temannya menghabiskan waktu selama tiga bulan untuk mendemo
uang pesangon. Dan gak ada habisnya tuh urusan. Si Heryawan terus istiqomah,
walaupun keadannya mengenaskan tetap saja dia keukeuh Cuma Allah saja tempat
meminta.

Di hari ke-90 dia istiqomah sama komitmennya. Ternyata sudah sebulan ada orang di
balik mobil sedan mewah hitam melihat gerak-gerik si Heryawan.

Orang di balik mobil itu gak habis pikir ada pemuda yang bisa kayak begitu. Suatu
hari di hari ke-30, orang dibalik mobil itu membuat scenario untuk menguji nih pemuda.

Tanpa di duga Heryawan di berikan tas sama lelaki berkacamata hitam baju hitam,
celana hitam, sepatu hitam, kulit hitam, syukur giginya gak hitam kata Heryawan
dalam hatinya.

"Nih untuk keperluan kamu sehari-hari", kata orang serba hitamyang kemudian hilang
di ujung jalan.

"Apaan nih tas isinya, kok tuh orang kasih tas gitu aja ya.Jangan-jangan Ular kobra
lagi eh salah Narkoba", kata Heryawan.

Karena penasaran dia langsung buka tuh Tas. Dan MasyaAllah tuh tas tahugak apa
isinya. Merah semua, bro. ya Merah Semua Sist.

Uang gepokan seratusan ribuan semuanya. Bisa kebayang kan berapa isinya. Uang
gepokan, seratusan ribu, di tas hitam isi 50 liter. Hatinya langsung dag-dig dug si
Heryawan.

Innalillahi Wa innalillahi Rojiun. Apa ini rezeki aye ya. Ah masa sih. Aye gak kerja
kok tapi dapet uang sebanyak ini. Kebayang juga di benak Heryawan apakah karena
aye rajin infaq ya. Gak-gak ini bukan han aye, katanya. Ini pasti cobaan dari Allah SWT.

Gak-gak gini caranya. Aye tahu ilmunya. Hitungan matematika sedekah gak begini.
Kemudian si Heryawan mengira-ngira menghitung infaqnya dari ilmunya yang dia tahu.

Kalau sehari 2000 maka ini hari ke 90 berarti infaq Aye berjumlah 180.000,- kalau
Allah menjanjikan sepuluh kali lipat maka harusnya Aye dapat 1.800.000,- saja.
Tapi ini ada kali 100 jutaan. Gak-gak jangan tergoda, Wan.

Dalam hatinya bergulat dengan nafsunya. Lantaran ilmunya mumpuni nih Heryawan
akhirnya memutuskan untuk menginfaqkan tuh uang ke Masjid yang lagi dibangun.
Alhamdulillah lega,

Heryawan bersyukur tak di beratkan dengan urusan uang yang banyak tadi. Tanpa
disadari si Heryawan di ikuti orang didalam mobil sedan mewah yang member Tas tadi.

Matanya berbinar tambah terang menerangi wajahnya. Dan reflek bibirnya berucap
kepada ayahnya yang diajak untuk menyaksikan scenario putrinya itu. Bibirnya benar-
benar tergerak meminta,

"Abi,ana mau menikah dengan pemuda itu," air mata mengalir sebentar kemudian.

Tak lama si Heryawan telah memimpin Lima perusahaan jual beli dinar emas di 5 negara.
Bersama istrinya yang cantik dan sholeh.

Dan tak ada yang berubah dari Heryawan karena saban selasai Dhuha yang kini bertambah
menjadi 12 rakaat ia berjalan kaki mencari tempat untuk infaq.

Dan tak tanggung-tanggung ia berkomitmen berinfaq 1 juta per Harinya. Subhanallah.
Lantaran ilmu si Heryawan menjadi begitu komitmen.

Tak pernah meminta bagaimanapun kondisinya kecuali meminta sama Sang Maha Pemberi
Allah SWT.

************************************************

*note: Ya Allah bahkan jiwa, hati dan tubuh serta akal ini masih jauh dari si Heryawan ini.

Pemuda yang menyingkirkan keinginannya dari meminta selain meminta dari-Mu. Ya Allah
JAdikan aku seperti Heryawan yaAllah. Yang komitmen beribadah kepada-Mu lantaran ilmu.

Amin

Jakarta,

http://ya2nya2n.multiply.com

Dari: Catatan Al Ukhuwah Wal Ishlah

No comments:

Post a Comment