Assalamu'alaikum.

Assalamu'alaikum
Selamat datang di blog ini. Terimaksih atas kunjungannya sahabat

Semoga dapat bermanfaat untuk membuat kita lebih baik lagi, amin....
(bagi yang ingin copy and share artikel yang ada dblog ini, silahkan saja, asal cantumkan sumbernya... :)

Thursday, 17 June 2010

Pernahkah Kau Mencintai Seperti Itu?

cerita ini ditulis oleh salah satu anggota "aku sayang ibuku" (RIETHA RACHMAWATI) yg diadopsi dari reallity show di

MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT..?!?

Bagi pelaut, Istri kedua adalah kapal yang menjadipenopang hidup.. Istri pertama adalah sandaran hidup dan segala-galanya dalam kehidupan.
Dilihat dari usianya, beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja bahkan sudah mendakati malam. Pak Suyatno yang kesehariannya hanya diisi dengan merawat istrinya yang sakit. Istrinya juga sudah tua, mereka menikah sudah lebih 32 tahun.
Mereka dikarunia 4 orang anak, disinilah awal cobaanmenerpa setelah istrinya melahirkan anak ke 4, tiba-tiba kaki istrinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun, lalu menginjak tahun ketiga seluruh tubuh istrinya menjadi lemah, bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja, dia gendongistrinya dibawa untuk duduk didepan tv, supaya istrinya tidak merasa kesepian.
Walau istrinya tidak dapat bicara tapi Pak Suyatno selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha beliau tidak begitu jauh dari rumahnya, sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa-apa saja yang dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang dan tidak bisa menanggapi, pak Suyatno sudah cukup senang, bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Dan sekarang anak-anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yang masih kuliah.
Pada suatu hari, ke 4 anak pak Suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing-masing, dan pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia sendiri yang merawat. Yang dia inginkan hanya satu semua naknya berhasil.
Dengan kalimat cukup hati-hati anak yang sulung berkata "Pak, kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil, kami melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak.. bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu"> Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya, "Sudah yang ke 4 kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun juga mengijinkannya. Kapan bapak menikmati masa tua bapak? Dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebai-baiknya secara bergantian."
Pak suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anak mereka. "Anak-anakku.. Jikalau perkawinan dan hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi.. tapi ketahuilah.. dengan adanya ibu kalian disampingku.. itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. (sejenak kerongkongannya tersekat).. kalian yang selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta, dan tidak satupun orang yang dapat menghargai hal itu dengan apapun... Coba kalian tanya ibumu, apakah dia menginginkan bapak bahagia, tapi apa kalian yakin bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibu kalian dengan keadaannya sekarang? Kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit?." Lalu meledaklah tangis anak-anak pak Suyatno. Merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno yang juga mulai terlihat keriput.. dengan pilu ditatapnya mata suami yang dicintainya itu.
Sampailah akhirnya pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun tv swasta (Metro TV), untuk menjadi narasumber sebuah Reality Show, dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada pak Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa.. Namun disaat itu pula meledak tangis beliau, begitu juga dengan tamu yang hadir distudio. Kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disaat pak Suyatno bercerita..
"Jika manusia didunia ini.. mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinanya, tetapi tidak mau memberi.. memberi waktu.. tenaga.. pikiran.. perhatian.. adalah kesia-siaan.. Saya.. memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya.. dan sewaktu dia sehat.. diapun dengan sabar merawat saya.. mencintai saya dengan hati dan bathinnya.. bukan dengan matanya... dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu-lucu.. Sekarang dia sakit.. karena berkorban untuk cinta kita bersama.. dan itu merupakan ujian bagi saya.. Apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya.. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit seperti saat ini....

PERNAHKAH KAMU MENCINTAI SEPERTI ITU....????

No comments:

Post a Comment