Assalamu'alaikum.

Assalamu'alaikum
Selamat datang di blog ini. Terimaksih atas kunjungannya sahabat

Semoga dapat bermanfaat untuk membuat kita lebih baik lagi, amin....
(bagi yang ingin copy and share artikel yang ada dblog ini, silahkan saja, asal cantumkan sumbernya... :)

Saturday, 19 June 2010

Nak...patah Hati itu.....[pesaN ayah]

Nak, Mungkin suatu saat kau jatuh cinta, jika cintamu di terima, kau bisa langsug ke jenjang perkawinan. Tapi kalau tidak? Kau juga harus siap dengan sesuatu yang bernama patah hati. Ayah harap kau tidak mengalaminya. Kau tentunya bertanya, “ bagaimana sih rasanya patah hati itu, yah?” baiklah sekarang ayah ceritakan rasa patah hati itu. Ada sebuah syair yang menggambarkan rasa patah hati tersebut yang isi sebagai berikut:

Patah hatiku jadinya
Merana berputus asa
Mengenangkan ia yang tiada
Terbayang setiap masa
Bila aku terkenang
Masa yang telah silam
Air mata berlinang
Karena merana.
Oh…beginikah jadinya
Kasihku memutus cinta
……
dari syair tersebut kau bisa membayangkan rasanya patah hati. Sekali kau patah hati, maka seumur hidupmu rasa sakit hati akan kau alami. Dan ia tak akan tersembuhkan oleh siapapun dan oleh apapun kecuali atas izin Allah. Ada sebuah syair yang menggambarkan sifat orang patah hati itu nak:

seorang laki-laki
tak akan pernah bisa
melupakan cinta pertamanya
walaupun kisah cintanya
dipenuhi dengan air mata dan kesedihan
tapi ia akan selalu mengenangnya
selamanya
sepanjang hidupnya

Itulah orang yang patah hati nak, sakitnya patah hati akan kau bawa sampai kau mati. Dalam hidupmu, kau merasa ada yang hilang dan tercerabut dari dalam dirimu, kau merasakan apa yang hilang tersebut tak akan terobati oleh apapun dan oleh siapapun, karena senyumannya selalu membayang di kelopak matamu, namanya telah terpateri dalam hatimu dan bayangannya terpahat dalam diatas tulang belulangmu.

Maka supaya kau tak patah hati, ayah sarankan agar:

Pertama; kau pandai-pandai menjaga hati. Seperti ungkapan sebuah syair:
Hati… ibarat raja memerintah. Rusak raja, rusak rakyatnya.

Kedua; jagalah pandangan mata-mu nak. Jangan setiap yang kau nampak yang indah maka kau nikmati. Fitnah pandangan mata tidak sesederhana apa yang kau bayangkan. Ketika pertama kali melihat si dia, hatimu bergetar, kau merasakan desiran-desiran halus ketika melihatnya dan kau tak ingin lari dari sekedar menatapnya. Setelah itu kau akan terbujuk untuk mencari informasi tentang si dia, lalu berkenalan dengannya, setelah itu kau janji bertemu, kalau kau punya HP maka kau akan selalu mengirimkan puisi cinta dan rayuan-rayuan mautmu padanya dan setelah itu kau akan terus mengejarnya hingga kau terpenjara dalam jebakan cintanya

Ketika malam gelap gulita, matamu tak bisa tidur karena mengingatnya. Mulutmu tak bisa makan karena merindukannya. Setiap saat, setiap detik kau selalu menyebut namanya. Ketika bertemu kau amat takut berpisah dengannya. Ketika berpisahpun kau sangat resah karena merindukannya.

Dan ketika ia pergi darimu, kau merasa seolah terjatuh dari tempat yang sangat tinggi, terhempas dan kandas diatas batu karang. kau merasa gamang dan merasakan kesunyian yang amat sangat setelah kepergiannya. Kau merasa sendiri, padahal banyak yang datang menghiburmu. Kau merasa tak berguna, padahal banyak yang membutuhkanmu, kau merasa hidupmu tak ada artinya karena ia tiada lagi disisimu.

Ketiga, agar kau tak patah hati, ayah sarankan agar kau berprinsip seperti ayah,” bunga tidak setangkai kumbang tidak seekor, patah tumbuh hilang berganti.” Bahwa kau harus menyadari bahwa sesuatu yang tidak bisa kau miliki maka sesuatu itu bukanlah yang terbaik untuk mu, maka syukurilah sesuatu yang hilang dari dirimu itu.

Dan terakhir ayah ingatkan bahwa apapun yang terjadi denganmu dari hidup ini adalah untuk kau nikmati dan kau ambil hikmahnya, bukan untuk kau sesali dan ratapi.

Nak, ayah juga pernah patah hati. Tapi setelah ayah renungkan perjalanan hidup ayah dari dulu sampai sekarang. Ayah menjadi sadar, memang dibalik semua peristiwa, terdapat banyak hikmah yang bisa kita petik. Terutama tentang wanita-wanita yang menjadi pujaan hati ayah dulu. Mengapa ayah tidak jadi dengan mereka, apa kira-kira yang terjadi dalam kehidupan ayah seandainya ayah dengan mereka. Mengapa bunda kalian yang menjadi jodoh ayah, semua itu tak lepas dari pikiran-pikiran ayah.

Setelah mengarungi hidup sekian tahun bersama bunda kalian, banyak hikmah yang bisa ayah petik terutama mengenai kepribadian ayah dan bunda yang saling bertolak belakang. Tapi itulah yang menyebabkan kehidupan kami menjadi lengkap. Kalau ayah orangnya ceroboh, maka bunda kalian adalah orang jelimet. Kalau ayah orangnya santai, maka bunda kalian orangnya serius. Kalau bunda kalian mengajarkan ayah untuk serius dalam mengerjakan sesuatu maka ayah mengajarkan bunda kalian untuk santai dalam menghadapi sesuatu. Kalau bunda kalian selalu menghitung semua pengeluaran dan pemasukan, maka ayah mengajarkan bunda untuk sesekali bisa bersenang-senang dari penghasilan yang didapatkan. Dengan demikian antara ayah dan bunda ada sikap saling menghormati dan menghargai kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Dan yang lebih penting dari semua itu ayah tahu bunda kalian memilih ayah karena ia mau menerima ayah seperti apa adanya ayah. Dan hanya itu yang kau butuhkan ketika menikahi seorang wanita.

Bahkan dalam diri ayah sering berucap syukur tidak jadi mengawini wanita yang ayah cintai dulu. Mengapa? Apakah karena ia berwatak jelek? Tidak nak. Apakah ia kurang cantik? Juga tidak. Semuanya tidak, bahkan ia terlihat sangat sempurna di mata ayah. Satu saja ayah rasakan kekurangan pada wanita-wanita itu, yaitu mereka tidak mau menerima ayah seperti apa adanya ayah.

Nak, seperti yang telah ayah tuliskan dulu (judul: hakekat perkawinan)
“jangan melihat wanita hanya karena wajah dan kelincahannya saja. Agar perkawinanmu langgeng, maka hendaklah kau mencari wanita dengan kualitas yang langgeng pula seperti intelegensia dan integritas, sesuatu yang kadang disebut kelas.
Jika perkawinanmu itu adalah perkawinan yang baik. Maka ia akan bisa mengangkatmu ke puncak prestasi lebih dari seperti yang engkau bayangkan. Tak ada yang lebih berat daripada menyesuaikan diri dengan semangat seorang isteri yang baik, yang mencoba mengangkat harkat dan martabat suaminya di dunia ini.”

Inilah yang ayah maksud melihat wanita bukan kecantikannya saja, akan tetapi intelegensia perlu kau pertimbangkan agar kau tidak mengawini wanita yang cantik tapi bodoh. Selain itu perlu juga kau mengetahui integritas pasangan mu tersebut agar kau mengetahui sejauh mana kejujuran dan ketulusannya menerimamu.

Dan ketika ia tidak bisa menerimamu dengan apa adanya dirimu. Artinya dia tidak memiliki integritas yang mesti di miliki oleh setiap orang yang akan memasuki jenjang perkawinan. Apakah orang yang seperti ini pantas untuk kau tangisi? Tidak nak, bahkan untuk mengenangnya saja sebenarnya tidak pantas, sebab ia yag tak bersedia untuk susah dan senang bersamamu artinya adalah orang yang tidak bersedia mencintaimu apapun dan siapapun dirimu. Maka apa yang perlu kau susahkan? Kau sebenarnya telah keluar sebagai pemenang nak, karena kau telah berani menantangnya untuk hidup bersamamu, meski ia tak sanggup hidup berjuang bersama denganmu.

Dan kalaupun kau ingin menangis, saran ayah, sebaiknya kau simpan ratapan mu untuk suatu hal lebih penting seperti ketika bermunajat pada Allah, atau ketika kau mengakui dosa-dosa mu di hadapan Allah dan meminta ampun pada-Nya. Hal ini lebih bermanfaat dan berpengaruh besar pada dirimu daripada meratapi orang yang tidak memikirkanmu.

Sumber; http://www.facebook.com/notes/artikel-renungan-kisah-motifasi/nakpatah-hati-itupesan-ayah/135391339806005

No comments:

Post a Comment