Assalamu'alaikum.

Assalamu'alaikum
Selamat datang di blog ini. Terimaksih atas kunjungannya sahabat

Semoga dapat bermanfaat untuk membuat kita lebih baik lagi, amin....
(bagi yang ingin copy and share artikel yang ada dblog ini, silahkan saja, asal cantumkan sumbernya... :)

Saturday, 19 June 2010

Dilarang mengakui mempunyai sifat2 Allah

BY: Al-Syahali Ridho

"Allah mencegah (melarang) kamu mengakui apa yg bukan milikmu dr apa yg di berikan kepada semua mahluk. apakah mungkin Allah membolehkan kamu mengakui sifat-Nya. padahal Dia adalah penguasa alam". (Al-Hikam)

manusia itu hamba Allah dan diciptakan oleh Allah, hidup dan matinya ada di dalam kekuasaan Allah. manusia yg serba kurang ini tdk boleh mengakui mempunyai sifat2 yg dimiliki oleh Allah. pengakuan seperti itu termasuk sebesar2nya penganiayaan dan seberat2nya permusuhan. barang siapa mengakui dirinya kaya, kuasa atau perkasa, kuat, atau mengetahui dll sebagaimana terjadi pada sebagian manusia, maka yg demikian itu termasuk dari beberapa kebesaran maksiat hati dan persekutuan orang yg dikuasai dg yg Maha Menguasai.

jika kita melihat dan merasakan sifat2 Allah itu ada pada kita, bukan berarti kita bersifat sama dg sifat Allah. krn apa yg ada pada diri kita hanya sebatas mazhar (sandaran) belaka dr sifat2 Allah dan sifat2 itu mutlak milik Allah.
suatu contoh, Allah bersifat bashat (mellihat), maka Dia menganugrahkan penglihatan kpd manusia, Allah bersifat hayat (hidup), maka Dia menghidupkan manusia dg ruh-Nya. Allah bersifat mendengar dan berkata2, maka Dia menganugrahkan pendengaran dan perkataan kpd manusia. dan semua itu hanyalah sebatas mazhar (sandaran) belaka dan tdk menetap/kekal.
suatu bukti bahwa sifat2 itu hanya sebatas mazhar (sandaran) belaka (katunia-Nya) dan mutlak milik Allah adalah penglihatan, pendengaran, perkataan, hidup, pengetahuan, dll bisa hilang dr diri kita. banyak orang yg buta, banyak orang yg bisu, banyak orang yg hilang akal, banyal orang yg lemah (lumpuh) tiada berdaya...dll....

itu cukup sebagai bukti bahwa manusia lemah tdk berdaya apa2. dan semua yg ada pada manusia hanya sebatas katunia-Nya, dan kapan saja sang pemilik karunia ingin mengambil dr kita maka tiada daya apa2 bagi kita untuk mencegahnya.

maka sadarilah bahwa kita hanyalah hamba yg hina, lemah dan fana'. dan segla apa yg ada pada kita hanya sebatas anugrah-Nya semata2.
shg kita terhindar dr pengakuan atau rasa memiliki apa yg sebenarnya bukan milik kita. dg demikian kita terlepas dr penganiayaan terbesar di dalam diri kita.

"inna lillahi wa inna ilaiihi raji'un" (dr pada Allah akan kembali kpd Allah)

diantara seburuk-buruknya keburukan menurut orang2 ma'rifat ialah adanya suatu persekutuan di dalam hati seseorang dg mengakui memiliki sifat2 ketuhanan bagi dirinya, baik dg i'tikat atau ucapan. krn hal itu berarti menentang Allah dan sombong kepada-Nya.

"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya". (Al-Araf : 36)

yakni orang2 yg mengingkari karunia dan nikmat Allah dan menyombongkan karunia dan nikmat Allah tsb sebagai miliknya dan atas hasil usahanya sendiri serta tdk dirasakannya bahwa semua itu adalah anugrah dan karunia Allah.

Allah berfirman dlm sebuah hadits qudsi :
"Kesombongan itu selendang-Ku dan kebesaran itu sarung-Ku. barang siapa yg bersaing dg-Ku di dalam salah satu sifat itu, niscaya Aku lemparkan dia ke dalam neraka.

apabila Allah mencagah kpd seseorang dan mengharamkannya di dalam mengakui apa yg bukan miliknya dari harta benda yg telah di berikan kpd orang lain. bagaimana mungkin Allah memperbolehkan kepada seseorang di dalam mengakui sifat2-Nya pada hal Allah adalah penguasa sekalian alam. terang hal seperti itu termasuk perbuatan yg menentang Dia. tidak ada sekutu bagi-Nya di dalam sifar2-Nya, tdk kamu tdk pula lainnya. smg Allah menjaga dan menjauhkan kita dari pengakuan hal seperti itu....amiiin

Sumber: http://www.facebook.com/?page=1&sk=messages&tid=1501459739049

No comments:

Post a Comment