Assalamu'alaikum.

Assalamu'alaikum
Selamat datang di blog ini. Terimaksih atas kunjungannya sahabat

Semoga dapat bermanfaat untuk membuat kita lebih baik lagi, amin....
(bagi yang ingin copy and share artikel yang ada dblog ini, silahkan saja, asal cantumkan sumbernya... :)

Thursday, 22 April 2010

~YAKINLAH..(Kisah Romantis Pencerahan Jiwa).~

Kisah ini saya persembahkan special buat anda semua, terutama bagi yang belum nikah

"Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah 'Azza wa Jalla, kecuali Allah akan menggantikannya bagimu dengan yang lebih baik bagimu" (HR Ahmad no 23074)

Di Damaskus, ada sebuah mesjid besar, namanya mesjid Jami' At-Taubah. Dia adalah sebuah masjid yang penuh keberkahan. Di dalamnya ada ketenangan dan keindahan. Sejak tujuh puluh tahun, di masjid itu ada seorang syaikh pendidik yang alim dan mengamalkan ilmunya. Dia sangat fakir, sehingga menjadi contoh dalam kefakirannya, dalam menahan diri dari meminta, dalam kemuliaan jiwanya dan dalam berkhidmat untuk kepentingan orang lain.

Saat itu ada pemuda yang bertempat di sebuah kamar dalam masjid. Sudah dua hari berlalu tanpa ada makanan yang dapat dimakannya. Dia tidak mempunyai makanan ataupun uang untuk membeli makanan. Saat datang hari ketiga dia merasa bahwa dia akan mati, lalu dia berfikir tentang apa yang akan dilakukan. Menurutnya, saat ini dia telah sampai pada kondisi terpaksa yang membolehkannya memakan bangkai atau mencuri sekadar untuk bisa menegakkan tulang punggungnya. Itulah pendapatnya pada kondisi semacam ini.

Masjid tempat dia tinggal itu, atapnya bersambung dengan atap beberapa rumah yang ada disampingnya. Hal ini memungkinkan seseorang pindah dari rumah pertama sampai terakhir dengan berjalan di atas atap rumah-rumah tersebut. Maka, dia pun naik ke atas atap masjid dan dari situ dia pindah kerumah sebelah. Disitu dia dapat melihat mana rumah yang pemiliknya masih bangun, maka dia menjauh dari rumah itu. Lalu dia lihat rumah yang di sebelahnya lagi. Keadaannya sedang sepi dan dia mencium ada bau masakan berasal dari rumah itu. Rasa laparnya bangkit, seolah-olah bau masakan tersebut seperti sebuah magnet yang menariknya. maka dia melompat dari atap ke dalam serambi. Dalam sekejap dia sudah berada di dalam rumah melangkah mengendap-ngendap menuju dapur.

Belum sampai keruang dapur tiba-tiba terdengar suara mendengkur halus dari sudut ruang....Ahh ternyata ada yang tidur mungkin sang pemilik rumah. tanpa dia sadari kakinya melangkah mendekati tempat tidur. ternyata pemilik rumah seorang perempuan, perasaannya berkecamuk, macam-macam gejolak yang ada dalam hatinya. seakan jelas ia mendengar jantungnya berdetak kencang didadanya, mematung disamping tempat tidur.. "Tidak, aku tidak boleh melakukan ini, tidakk !! dia segera memutar memalingkan pandangannya dan langsung pergi menuju dapur.

Sesampai di dapur, dilihatnya sebuah terong besar dan sudah dimasak. Tanpa pikir panjang lalu dia ambil satu, karena begitu sangat laparnya, dia tidak lagi merasakan panasnya, digigitlah terong yang ada ditangannya dan saat itu dia mengunyah dan hendak menelannya, dia ingat dan timbul lagi kesadaran beragamanya. Langsung dia berkata, ‘A’udzu billah! Aku adalah penuntut ilmu dan tinggal di masjid , pantaskah aku masuk kerumah orang dan mencuri barang yang ada di dalamnya?’

Dia merasa bahwa ini adalah kesalahan besar, lalu dia menyesal dan beristighfar kepada Allah, kemudian mengembalikan lagi terong yang ada ditangannya. Akhirnya dia pulang kembali ketempat semula. Lalu ia masuk kedalam masjid dan mendengarkan syaikh yang saat itu sedang mengajar. Karena terlalu lapar dia tidak dapat memahami apa yang dia dengar.

Ketika majlis itu selesai dan orang-orang sudah pulang, datanglah seorang perempuan yang menutup tubuhnya dengan hijab (saat itu memang tidak ada perempuan kecuali dia seorang yang memakai hijab), kemudian perempuan itu berbicara dengan syaikh. Sang pemuda tidak bisa mendengar apa yang sedang dibicarakannya. Akan tetapi, secara tiba-tiba syaikh itu melihat ke sekelilingnya. Tak tampak olehnya kecuali pemuda itu, dipanggilah ia dan syaikh itu bertanya,

"Apakah kamu sudah menikah?',

dijawab, "Belum,".

Syaikh itu bertanya lagi, ‘Apakah kau ingin menikah?‘.

Pemuda itu diam. Syaikh mengulangi lagi pertanyaannya. Akhirnya pemuda itu angkat bicara, ‘Ya Syaikh saya benar2 ingin menikah, tetapi demi Allah! Aku tidak punya uang untuk membeli roti, bagaimana aku akan menikah?‘.

Syaikh itu menjawab, "Wanita ini datang membawa khabar, bahwa suaminya telah meninggal dan dia adalah orang asing di kota ini. Di sini bahkan di dunia ini dia tidak mempunyai siapa-siapa kecuali seorang paman yang sudah tua dan miskin", kata syaikh itu sambil menunjuk seorang laki-laki yang duduk di pojokkan.
Syaikh itu melanjutkan pembicaraannya, ‘Dan wanita ini telah mewarisi rumah suaminya dan hasil penghidupannya. Sekarang, dia ingin seorang laki-laki yang mau menikahinya, agar dia tidak sendirian dan mungkin diganggu orang. Maukah kau menikah dengannya"

Pemuda itu menjawab " Ya ".

Kemudian Syaikh bertanya kepada wanita itu, "Apakah engkau mau menerimanya sebagai suamimu?",

ia menjawab " Ya..".

Maka Syaikh itu mendatangkan pamannya dan dua orang saksi kemudian melangsungkan akad nikah dan membayarkan mahar untuk muridnya itu. Kemudian syaikh itu berkata, ‘peganglah tangan isterimu!'
Dipeganglah tangan isterinya dan sang isteri membawanya kerumahnya. Setelah keduanya masuk kedalam rumah, sang isteri membuka kain yang menutupi wajahnya. Tampaklah oleh pemuda itu, bahwa dia adalah seorang wanita yang masih muda dan cantik. Rupanya pemuda itu sadar bahwa rumah itu adalah rumah yang tadi telah ia masuki.

Sang isteri bertanya, "Kau ingin makan?'

"Ya.." jawabnya sambil tertunduk.

Lalu dia membuka tutup panci didapurnya. Saat melihat buah terong didalamnya dia berkata: ‘heran siapa yang masuk kerumah dan menggigit terong ini?!‘.

Maka pemuda itu menangis dan menceritakan semua kisahnya. Isterinya berkomentar, ‘Ini adalah buah dari sifat amanah, kau jaga kehormatanmu dan kau tinggalkan terong yang haram itu, lalu Allah berikan rumah ini semuanya berikut pemiliknya dalam keadaan halal. Lalu membacakan salah satu hadits "Barang siapa yang meninggalkan sesuatu ikhlas karena Allah, maka akan Allah ganti dengan yang lebih baik dari itu."

Sekarang ia dapat memakan makanan yang tadi dengan halal (dahulunya haram), dan ia dapat menikmati wanita itu sebagai isterinya dengan halal. Allahu Akbar, wal Hamdu Lillah. Maha Suci Allah, Sang Maha Pemberi Rezeki tanpa celah yang diduga.

Mungkin agar anda lebih yakin cobalah sempatkan membaca kisah "Taubatnya seorang pencuri di zaman Rasulullah saw."Kisahnya hampir sama, tetapi sangat menarik sebagai tambahan pencerahan jiwa. Insya'allah.

Diceritakan oleh : Syaikh Ali Ath-Thanthawi.

~.Wa’allahu A’lam Bissawaab.~

Sumber: http://www.facebook.com/photo.php?pid=112369&id=10000069969501

3 comments:

  1. Assalamualaikum wr wb..mhn mf sblumnya mo sedikit bertanya nech..tentang.."Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu saat dia akan memperoleh yang Haram itu dalam keadaan halal" (Al-Hadits). ini yg dimaksut AL-HADIS yang diriwayatkan siapa yach..mhn pencerahanya..karena saya memang sedang mencaricari sumber hadis sohehnya tentang ini..jasakaullahukatsiron wassalam..

    ReplyDelete
  2. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

    إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا للهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

    "Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah 'Azza wa Jalla, kecuali Allah akan menggantikannya bagimu dengan yang lebih baik bagimu" (HR Ahmad no 23074)

    Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
    ww.firanda.com
    http://firanda.com/index.php/artikel/aqidah/365-aku-meninggalkannya-karena-allah

    ReplyDelete