Assalamu'alaikum.

Assalamu'alaikum
Selamat datang di blog ini. Terimaksih atas kunjungannya sahabat

Semoga dapat bermanfaat untuk membuat kita lebih baik lagi, amin....
(bagi yang ingin copy and share artikel yang ada dblog ini, silahkan saja, asal cantumkan sumbernya... :)

Monday, 12 April 2010

Ikatan Dalam Keluarga

By: agussyafii

Juga penting sebagai perekat kesetia­an, tetapi tabiat manusia dalam ikatan kekeluargaan bersifat angin-anginan. Pameo orang Jawa berbunyi; famili itu jika berada di tempat yang jauh baunya wangi, tetapi jika berdekatan, apalagi serumah mudah berubah menjadi bau tidak sedap. Konflik antar keluarga sering lebih sulit di­damaikan dibanding konflik antar bukan keluarga.

Perekat kesetiaan yang kekal abadi adalah ikatan ketaqwaan pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, amal saleh, serta ikatan kebaikan. Suami isteri yang diikat oleh nilai-nilai kesucian kebaikan biasanya tahan godaan, tahan banting, tahan ombak. Di kala suka me­reka ber­syukur, di kala duka mereka bersabar. Sepan­jang zaman, zaman susah atau zamannya seneng nanti mereka tetap kuat, tabah dan indah dan bah­kan kebahagiaan dan keindahan masih tetap terasa meski yang satu sudah mendahului berada di alam lain. Pasangan yang demikianlah yang akan dapat menjadi pasangan bukan hanya seumur hidup, tetapi pasangan dunia akhirat.

Ada seorang Kakek sedang merayakan ultahnya yang ke-100 dan semua orang memuji betapa ia masih sangat atletis dan sehat pada usia itu. 'Saudara-saudara, saya akan memberitahumu rahasia kesuksesanku' katanya. 'Saya selalu berjalan-jalan setiap hari selama 75 tahun hingga saat ini.'

Semua orang yang ada terkesan dan menanyakan bagaimana ia bisa bersemangat dan disiplin berolahraga seperti itu. 'Ya, istriku dan aku menikah 75 tahun yang lalu. Pada malam pernikahan kami, kami membuat janji suci. Kapan pun kami bertengkar, yang terbukti bersalah akan pergi keluar rumah dan berjalan-jalan.'

begitulah seorang kakek yang tubuhnya menjadi bugar karena banyak banyak berjalan kaki dan kesediaan memenuhi janji suci. Kesediaan memenuhi janji suci atau ikrar nikah adalah sikap untuk bertanggung-jawab dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan bertanggungjawab kepada keluarga. Menjaga dan membahagiakan keluarga yang dicintanya semata karena Allah.

---
Semua kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang suami pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang isteri pemimpin dan bertanggung jawab atas keluarganya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Wassalam,
agussyafii
--
Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye program Kegiatan 'Muhasabah Amalia (MUSA)' Hari Ahad, Tanggal 18 April 2010 Di Rumah Amalia. Kirimkan dukungan dan partisipasi anda di http://www.facebook.com/agussyafii2, atau http://agussyafii.blogspot.com/, http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431.

No comments:

Post a Comment