Assalamu'alaikum.

Assalamu'alaikum
Selamat datang di blog ini. Terimaksih atas kunjungannya sahabat

Semoga dapat bermanfaat untuk membuat kita lebih baik lagi, amin....
(bagi yang ingin copy and share artikel yang ada dblog ini, silahkan saja, asal cantumkan sumbernya... :)

Loading...

Kamis, 30 September 2010

9 Alasan Mengapa Tak Boleh Sombong

1. Sedikit cahaya dari Allah SWT lebih berarti dari cahaya manapun. Sedikit hidayah Allah SWT yang masuk ke dalam hatimu, lebih berarti dari petunjuk manusia yang mananpun. Sedikit ilmu dari Allah yang kamu terima, lebih berarti dari ilmu manusia manapun. Sedikit harta yang kamu terima dari Allah, lebih berarti dari harta manusia yang manapun. Yang ada padamu semua serba sedikit, terutama ilmu, lalu apa yang mau kau sombongkan ?



2. Ketajaman mata rohani, lebih tajam dari benda tajam yang manapun. Sedikit kata-kata yang penuh keikhlasan, kejujuran, kebenaran, lebih tajam dan lebih bermakna dari ribuan kata-kata yang penuh kebohongan, apa lagi kesombongan ! Bila mata hatimu masih tumpul, karena penuh dengan penyakit hati, maka banyak-banyaklah istigfar, mohon ampun kepadaNya, jauhkan hatimu dari kesombongan sekecil apapun. Apa itu kesombongan ? Meremehkan orang lain dan tak mau menerima kebenaran !



3. Kebenaran apapun yang kamu sampaikan pada orang lain yang membencimu, akan sia-sia. Ibarat angin lalu di tengah padang pasir yang tandas, tak berbekas apapun. Dan jangan sombong dengan kebenaran atau kepinteran yang kau miliki, apa lagi sampai membodoh-bodohi orang lain, seakan kau penjadi orang yang sangat pinter dengan membodohi orang lain, padahal tidak ! Seandainya kau pinterpun tetap tak boleh membodoh-bodohi orang lain, apa hakmu membodohi orang lain ? Orang yang pinter bahkan biasanya lebih rendah hati, lebih menghormati orang lain dan lebih tawadu, seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk ! Lalu mengapa kamu sombong ?



4. Kebenaran manusia bersipat relatif dan orang bisa membantahnya dengan kebenaran yang lain yang sipatnya relatif pula. Selama kebenaran yang datang dari manusia sipatnya tidak ada yang absolut, kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT. Jadi kalau ada manusia merasa diri paling benar, paling pinter tanda-tanda kesombongan ada pada dirinya. Yang repot, sudah kapir, sombong lagi, dengan menyatakan dirinya : ” Saya kapir ! ” dengan bangganya, seakan berkata : ” Kalau saya kapir, kau mau apa ? ” Ini orang kok sombong amat yakh ? Padahal akhir perjalanannya hanya menjadi bangkai dan di akherat termasuk orang yang merugi. Masih mau sombong ?



5. Telah banyak kesalahan dan dosa yang kamu perbuat, saat inilah perlunya kerendahan hati/tidak sombong dan memohon petunjukNya dan beristigfar/mohon ampunanNya. Kesalahan sangat manusiawi, jangan takut salah, tapi jangan sengaja berbuat salah. Dan jangan sombong dengan kesalahan dan kekapiran ! Jangan seperti Iblis, hanya karena diciptakan dari api, sudah sombong ! Iblis merasa lebih mulia dari Adam As yang diciptakan dari tanah, sehingga Iblis membantah/menolak perintah Tuhan untuk sujud pada Adam !



6. Nabi Muhammad SAW sebagai manusia sempurna/insan kamil saja di musuhi ummatnya yang kapir, apa lagi kamu manusia biasa yang seringkali disengaja atau tidak disengaja menyakiti orang lain, pasti banyak yang tak suka padamu. Dan sampai saat ini betapa banyak manusia yang tak beriman kepada beliau, bukan hanya tak beriman, tapi juga melecehkan, menghinanya, menghujatnya, mencaci makinya. Jadi kalau kamu dihina atau dicaci maki orang itu belum apa-apa. Jangan-jangan kamu dinina, memang hina beneran. Siapa sih manusia hina ? Ya manusia yang merasa dirinya mulia, merasa suci. Padahal orang yang mulai dan suci adalah orang yang rendah hati, bukan orang orang yang sombong !



7. Kamu bukan Muhammad SAW yang bertemu Allah dalam malam Isra’ mi’raj. Kamu bukan Musa AS yang diajak berbicara oleh Allah SWT. Kamu bukan Ibrohim AS yang mencari dan diselamatkan Allah ketika di bakar oleh Namrudz. Kamu bukan Nuh AS yang penuh kesabaran menjalankan agama Allah dan tetap mensyiarkan agamaNya, walaupun yang beriman sedikit. Kamu bukan Ayub AS yang mendapat ujian begitu berat dengan penyakit yang bertahun tahun, namun tetap sabar dan iklas kepadaNya. Kamu bukan Adam AS yang di usir oleh Allah dan segera mohon ampun kepadaNya dan diampuni olehNya. Kamu bukan wali yang dimuliakan Allah, karena ketaatan ibadahnaya yang begitu banyak mereka lakukan. Kamu bukan sufi yang menyintai Allah dengan ketulusan hati dan kesabaran jiwa. Kamu bukan Malaikat yang sangat patuh atas semua perintah Allah sejak diciptakan sampai ditiadakan. Kamu hanya hamba Allah yang amat kecil dan hina dihadapanNya, tak lebih dari itu. Nah apa yang mau kau sombongkan ?



8. Para Auliya dan orang orang yang sholeh mendekati Allah SWT dengan caranya masing-masing, kamu tak mesti mengikuti cara-cara mereka. maka untukmu adalah : Dekati Allah SWT dengan caramu sendiri dan kebiasaanmu sendiri dan itu tak perlu mengasingkan diri ke gunung-gunung atau masuk ke goa-goa dan bertapa di sana ! Allah bisa di dekati di mana-mana, karena memang Dia ada di mana-mana dan jangan lupa, Allah SWT lebih dekat dari urat nadimu sendiri. Dan jangan katakan : ” Saya sudah dekat kepada Allah SWT ! ” Itu kesombongan ! Mengapa ? Karena yang mengatahui kedekatanmu pada Allah, ya Allah sendiri, bukan karena kata-kata-katamu dan perbuatanmu. Nah masih mau sombong juga ?



9. Di sini dan sekarang inilah saatnya kamu berusaha mendekati Allah SWT. Jika tidak, kapan lagi ? Hari - harimu adalah hari- hari. menuju ke kuburan, waktu-waktumu yang tersisa akan menuju ke kuburan, usiamu semakin lama semakin menjelang kematian, rohmu semakin dekat untuk kembali kepada asalnya yaitu Allah SWT. Sudahkah kamu simpan amalan-amalanmu ? Sudahkan kamu menyiapkan bekal -bekalmu ? Sudahkah kamu siap menjelang mautmu ? Sudahkah kamu mengerjakan kewajiban-kewajibanmu ? Sudahkah kamu menghitung amalmu yang sangat sedikit itu ? Sudahkah kamu menghitung dosa-dosamu yang sangat banyak itu ? Di sini dan sekarang inilah saatnya kamu lakukan itu semua ! Nah masihkah kau mau sombong dengan kematianmu yang semakin dekat ?



Sumber: http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/9-alasan-mengapa-tak-boleh-sombong/473302261041

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar