Assalamu'alaikum.

Assalamu'alaikum
Selamat datang di blog ini. Terimaksih atas kunjungannya sahabat

Semoga dapat bermanfaat untuk membuat kita lebih baik lagi, amin....
(bagi yang ingin copy and share artikel yang ada dblog ini, silahkan saja, asal cantumkan sumbernya... :)

Showing posts with label Harapan Penyejuk Hati. Show all posts
Showing posts with label Harapan Penyejuk Hati. Show all posts

Friday, 27 September 2013

Cara Mendapatkan Kebahagiaan

Setiap orang tentu mendambakan hidup bahagia. Namun tidak semua orang  bisa selalu  merasakannya.
Berikut  beberapa cara untuk mendapatkan kebahagiaan dalam hidup di dunia ini:

1. Mentaati peraturan/perintah dan menjauhi larangan. 
Dalam hal ini mencakup ketaatan pada perintah dan larangan dalam agama (dimana individunya disebut bertaqwa), taat pada peraturan dan menjauhkan diri 
dari pelanggaran pada hukum negara, maupun pada peraturan dalam hidup 
bermasyarakat. Orang yang taat dan tidak melanggar perintah, tentu 
hidupnya akan lebih bahagia, jauh dari rasa cemas dan rasa bersalah.


2. Berfikir positif dan optimis dalam menjalani hidup.
Orang yang bahagia biasanya memiliki pikiran positif, optimis, dan terbuka. Ambil hikmah dari semua peristiwa hidup anda, sikapi keberhasilan atau kegagalan dengan wajar. Jika anda berhasil, nikmati keberhasilan anda bersama keluarga atau orang terdekat anda, karena dukungan merekalah anda berhasil. Dan jika anda membuat kesalahan, evaluasi diri anda, ambil sisi positif dari kesalahan tersebut kemudian perbaiki. Orang yang selalu berfikir positif akan mengalir energi positif,  dan sebaliknya, orang yang selalu berfikir negatif, maka yang diperoleh hanyalah energi negatif. 


3. Jauhi rasa dendam dan dengki, jadilah pemaaf.
Dendam merupakan perasaan terbesar dan akan menjadi beban terberat jika kita menyimpannya di dalam hati. Sebaiknya jangan sia-siakan energi 
dan pikiran kita dengan menyimpan dendam, yang sudah pasti tidak ada gunanya. Menyalahkan orang lain atas kegagalan kita dan iri/dengki pada keberhasilan orang lain adalah sebuah tindakan yang justru merugikan diri kita sendiri. Memaaafkan kesalahan orang lain tentu membawa kebaikan dan kebahagiaan baik untuk kita maupun untuk orang yang dimaafkan.


4. Bersyukur dan bersabar.
Bersyukur atas semua yang kita dapatkan, bukan hanya hal yang positif saja 
tetapi juga hal yang negatif, karena dibalik setiap hal yang negatif tersebut pasti 
ada hikmah/hal baik yang bisa kita jadikan pelajaran. Serta bersabar dalam 
menjalani cobaan dalam hidup dapat mendatangkan kebahagiaan pada akhirnya.

5. Berbagi dengan orang lain.
Berbagi dengan orang lain bisa dengan cara menyedekahkan sebagian harta kita
kepada orang yang lebih membutuhkan. Bersedekah bisa juga dengan memberikan
senyuman yang tulus yang menggembirakan hati kepada orang yang kita jumpai.
Sedekah dapat mempererat tali silaturahmi, melapangkan kesempitan dan
memberikan kegembiraan kepada orang lain, sehingga mereka juga akan
mendo'akan kebaikan dan kebahagiaan kepada yang memberinya.
6. Bersikap realistis dan menjadi diri sendiri.
Selalu bersikap realistis itu yang sering ditunjukan orang orang yang selalu 
merasa bahagia. Menurut sebuah sumber orang bahagia biasanya memiliki 
harapan dan aspirasi yang sederhana. Dan jadilah diri sendiri dan jangan 
membandingkan diri anda dengan orang lain karena pada dasarnya setiap orang 
itu berbeda. Membandingkan diri anda dengan orang lain dapat merusak 
manfaat dari ambisi, dan hanya berguna jika Anda belajar sesuatu dari mereka.


7. Lakukan hal yang bermanfaat.
Hidup kita hanya sementara, maka lakuknlah hal - hal yang bermanfaat 
dan bemakna saja. Dan nikmatilah setiap yang kita kerjakan dengan begitu 
kita takkan merasa menjadi suatu beban dan akan lebih merasa bahagia 
ketimbang kita melakukannya secara terpaksa. Dan hasil apa yang kita kerjakan 
juga akan menjadi lebih baik.


8. Jangan hidup dalam masa lalu
Jangan terlalu larut dalam kepedihan masa lalu hingga membawa trauma.
Dan juga terlalu terlena kesenangan dimasa lalu.Konsentrasilah 
dengan apa yang terjadi saat ini, karena kita pun akan bisa merasakan 
banyak kebahagiaan di saat ini. kita harus yakin akan mempunyai 
perasaan yang jauh lebih berbahagia jika kita merayakan apa yang terjadi saat ini 
dibanding dengan mengingat - ngingat kesedihan ataupun kebahagiaan di masa lalu. 
Dan kita harus optimis di masa depan masih banyak kebahagiaan yang akan kita 
temukan.


9. Banyak berdzikir, istigfar dan bertaubat.
Dengan berdzikir (mengingat Allah) hati menjadi tenang. Istigfar dan taubat
dapat melegakan hati dan memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat. 
Jadi bagi yang ingin diberikan kebahagiaan terus menerus, maka hendaklah
selalu berdzikir, beristigfar dan bertaubat.


Semoga bermanfaat.


Sumber :



Thursday, 19 September 2013

Do'a Mohon Dianugerahi Anak Yang Sholeh

Penulis : Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Setiap orang yang telah berumah tangga atau akan pasti menginginkan si buah hati. Mungkin ada yang telah menanti bertahun-tahun, namun belum juga dikaruniai buah hati. Juga ada yang menginginkan agar anaknya menjadi sholeh. Maka perbanyaklah do’a akan hal tersebut. Banyak do’a yang telah dicontohkan dalam Al Qur’an dan Al Hadits. Di antaranya ada do’a yang berasal dari para Nabi ‘alaihimush sholaatu was salaam.
Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam, berkata,
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

“Robbi hablii minash shoolihiin” [Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh]”. (QS. Ash Shaffaat: 100). Ini adalah do’a yang bisa dipanjatkan untuk meminta keturunan, terutama keturunan yang sholeh. Dalam Zaadul Masiir (7/71), dijelaskan maksud ayat tersebut oleh Ibnul Jauzi rahimahullah, “Ya Rabbku, anugerahkanlah padaku anak yang sholeh yang nanti termasuk jajaran orang-orang yang sholeh.” Asy Syaukani rahimahullah mengatakan apa yang dikatakan oleh para pakar tafsir, “Ya Rabb, anugerahkanlah padaku anak yang sholeh yang termasuk jajaran orang-orang yang sholeh, yang bisa semakin menolongku taat pada-Mu”. Jadi yang namanya keturunan terutama yang sholeh bisa membantu seseorang semakin taat pada Allah.
Nabi Dzakariya ‘alaihis salaam berdo’a,

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

“Robbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan, innaka samii’ud du’aa’” [Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mengdengar doa] (QS. Ali Imron: 38). Maksud do’a ini kata Ibnu Katsir rahimahullah, “Ya Rabb anugerahkanlah padaku dari sisi-Mu keturunan yang thoyyib yaitu anak yang sholeh. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar do’a.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3/54)
Seseorang yang telah dewasa dan menginjak usia 40 tahun memohon pada Allah,

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Robbi awzi’nii an asy-kuro ni’matakallatii an’amta ‘alayya wa ‘ala walidayya wa an a’mala shoolihan tardhooh, wa ash-lihlii fii dzurriyatii, inni tubtu ilaika wa inni minal muslimiin” [Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri] (QS. Al Ahqof: 15). Do’a ini juga berisi permintaan kebaikan pada anak dan keturunan.
‘Ibadurrahman (hamba Allah Yang Maha Pengasih) berdo’a,

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa” [Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa]. (QS. Al Furqon: 74)
Al Qurtubhi rahimahullah berkata,

ليس شيء أقر لعين المؤمن من أن يرى زوجته وأولاده مطيعين لله عز وجل.

“Tidak ada sesuatu yang lebih menyejukkan mata seorang mukmin selain melihat istri dan keturunannya taat pada Allah ‘azza wa jalla.” Perkataan semacam ini juga dikatakan oleh Al Hasan Al Bashri. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10/333)
Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendo’akan anak Ummu Sulaim, yaitu Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma dengan do’a,

اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ

“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta berkahilah apa yang engkau karuniakan padanya.” (HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480). Dari sini seseorang bisa berdo’a untuk meminta banyak keturunan yang sholeh pada Allah,

اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي

“Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii“ (Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri).”
Moga dengan lima do’a di atas, Allah menganugerahkan pada kita sekalian keturunan bagi yang belum dianugerahi dan dikaruniai anak-anak yang sholeh nan sholehah. Aamiin Yaa Samii’ud Du’aa’.


Saturday, 6 October 2012

CARA MENENANGKAN HATI

Betapa mahalnya harga ketenangan jiwa. Banyak yang mengorbankan apa saja untuk mendapatkannya. Namun, tak sedikit juga yang keliru. Lihat saja apabila seseorang ingin mendapatkan ketenangan jiwa, sanggup menghabiskan waktu berjam-jam untuk berhibur sambil minum minuman keras. Tak sedikit yang menghabiskan uang jutaan untuk mendapatkan pil penenang. Sementara, ketenangan yang diperoleh hanya sebentar saja. Akibatnya bukan ketenangan jiwa yang didapat tapi kerusakan dan kehancuran yang diterima.

Kehidupan sehari hari dengan berbagai macam masalah, bisa menyebabkan seseorang menjadi stress, risau, bimbang, gangguan emosi dan kemurungan. Kehidupan yang keras, dan tuntutan biaya hidup yang terus meningkat, kebutuhan yang tidak terpenuhi, dapat membuat jiwa tidak tenang dan tertekan.

Sahabat yang dimuliakan,
Hakikat sebenarnya, tak ada seorang pun bisa terlepas dari masalah kehidupan. Itulah sunatullah yang berlaku di dunia. Kekayaan, pangkat dan kedudukan takkan mampu menghalanginya.

Namun, Islam memberikan penyelesaian terhadap tekanan hidup itu agar jiwa menjadi tenang. Tak ada istilah stress atau kecewa bagi seorang Mukmin. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mendapat ketenangan jiwa:

1. Membaca dan mendengarkan kitab suci Al-Qur'an.
Suatu ketika seseorang datang kepada Ibnu Mas’ud, salah seorang sahabat utama Rasulullah s.a.w.. Ia mengeluh, “Wahai Ibnu Mas’ud, nasehatilah aku dan berilah obat bagi jiwaku yang gelisah ini. Hari-hariku penuh dengan perasaan tak tenteram, jiwaku gelisah, dan fikiranku kusut. Makan tak enak, tidur pun tak lena," kata orang tersebut.

Ibnu Mas’ud menjawab, ”Kalau penyakit itu yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat :
Pertama, tempat orang membaca al-Quran. Engkau baca al-Quran atau engkau dengar baik-baik orang yang membacanya.
Kedua, engkau pergi ke majlis ilmu yang mengingatkan hatimu kepada Allah.
Ketiga, engkau cari waktu dan tempat yang sunyi, di sana engkau berkhalwat mengabdikan diri kepada Allah.

Nasihat sahabat Nabi itu segera dilaksanakan orang tersebut. Sesampainya di rumah, segera ia berwudhu kemudian diambilnya al-Qur'an dan dibacanya dengan khusyuk. Selesai membaca, ia segera dapati hatinya memperoleh ketenteraman, dan jiwanya pun tenang. Fikirannya segar kembali, hidupnya terasa menyenagkan kembali. Padahal, ia baru melaksanakan satu dari tiga nasihat yang disampaikan sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tersebut.

2. Menyayangi orang miskin.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan kepada Muslim yang punya kelebihan harta untuk memberikan perhatian kepada orang miskin. Ternyata, sikap dermawan itu dapat mendatangkan ketenangan jiwa. Mengapa? Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa para Malaikat selalu mendoakan orang-orang dermawan:

Rasulullah s.a.w bersabda :“Setiap pagi hari dua Malaikat senantiasa mendampingi setiap orang. Salah satunya mengucapkan do'a: ' Ya Allah! Berikanlah balasan kepada orang yang bersedekah. Dan Malaikat yang kedua pun berdo'a :' Ya Allah! Berikanlah kepada orang yang kikir itu kebinasaan."

Dari hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa orang yang dermawan itu memperoleh dua balasan. Pertama, ia mendapatkan ganjaran atas apa yang diberikannya kepada orang lain. Kedua, mendapatkan limpahan ketenangan jiwa dan belas kasihan dari Allah s.w.t.

3. Melihat orang yang di bawah, jangan lihat orang di atas.
Ketenangan jiwa akan diperoleh jika kita senantiasa bersyukur atas segala pemberian Allah subhanau wata'ala, meskipun nampak sedikit. Rasa syukur itu akan muncul bila kita senantiasa melihat orang-orang yang lebih rendah taraf kehidupannya dari kita, baik dalam segi harta kekayaan,  kesehatan, paras, pekerjaan dan pendidikannya. Betapa banyak di dunia ini orang yang kurang bernasib baik. Rasa syukur itu selain mendatangkan ketenangan jiwa, juga akan mendapat ganjaran dari Allah subhanahu wata'ala.

Rasulullah s.a.w. bersabda :
"Siapa yang tidak bersyukur dengan pemberian yang sedikit, dia juga tidak akan bersyukur dengan pemberian yang banyak. Siapa yang tidak mensyukuri manusia, berarti dia juga tidak mensyukuri Allah. Menyebut-nyebut nikmat Allah adalah tanda syukur, dan mengabaikannya adalah kufur. Berjamaah itu dirahmati, sedangkan berpecah belah itu mengundang azab."
(Hadis Riwayat Ahmad dalam Musnad Ahmad)

4. Menjaga hubungan silaturahim.
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang memerlukan interaksi sesama manusia, untuk saling  membantu sesama mereka. Berbagai keperluan hidup tak mungkin dipenuhi tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itu, di dalam hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk tetap menjalin hubungan silaturahim, sekalipun terhadap orang yang melakukan permusuhan.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga pernah bersabda bahwa silaturahmi dapat memanjangkan umur dan memurahkan rezeki . Hubungan yang baik di dalam keluarga, maupun dengan jiran tetangga akan mendatangkan ketenangan, kedamaian dan kemesraan. Hubungan yang baik itu juga akan menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda "Barang siapa menjamin untukku satu perkara, aku jamin untuknya empat perkara. Hendaklah dia bersilaturahim (menjalinkan hubungan baik) niscaya keluarganya akan mencintainya, diperluas baginya rezeki, ditambah umurnya dan Allah subhanahu wata 'ala. memasukkan ke dalam Syurga."(Hadis Riwayat Ar-Rabii)

5. Banyak mengucapkan kalimah "la hawla wa la quwwata illa billah." dan berzikir kepada Allah.
Sumber ketenangan jiwa yang hakiki adalah dari Allah subhanahu wata'ala. Oleh karena   itu hendaklah kita selalu menghubungkan hati dengan Allah dalam semua keadaan, baik dalam keadaan senang maupun susah. Perbanyaklah berzikir dan membaca kalimah-kalimah Allah. Hubungan yang kuat dengan Allah subhanahu wata'ala akan membuat jiwa seseorang menjadi kuat, tak mudah diganggu oleh siapa pun, apabila hati sentiasa mengingat Allah maka syaitan laknatullah tidak akan dapat mempengaruhi hati dan fikiran kita.

6. Mengatakan kebenaran walaupun pahit didengar.
Hidup ini harus dijaga agar senantiasa berada di atas jalan kebenaran. Kebenaran harus diperjuangan. Pelanggaran terhadap kebenaran akan mendatangkan kegelisahan. Ketenangan jiwa akan terbina apabila kita tidak melanggar nilai-nilai kebenaran. Sebaliknya, pelanggaran terhadap kebenaran akan berpengaruh terhadap ketenangan jiwa. Lihat saja orang-orang kerap berbuat maksiat, kehidupannya dipengaruhi kegelisahan.

7. Sentiasa berlapang dada terhadap kecaman orang lain asalkan yang kita lakukan benar-benar karena Allah.
Salah satu faktor yang membuat jiwa seseorang tidak tenang adalah karena selalu mengambil perhatian kecaman orang lain terhadap dirinya. Sedangkan seseorang akan memiliki pendirian yang kuat jika berpegang kepada prinsip-prinsip yang datang dari Allah subhanahu wata'ala yaitu Islam sebagai cara hidup.

8. Tidak meminta-minta kepada orang lain.
"Tangan di atas (memberi) lebih mulia dari tangan di bawah" adalah hadist   Rasulullah shallahu 'alaihu wasallam yang memotivasi setiap mukmin untuk hidup berdikari. Tidak bergantung dan meminta-minta kepada orang lain, karena jiwanya akan kuat dan sikapnya lebih berani dalam menghadapi kehidupan. Sebaliknya, orang yang selalu meminta-minta menggambarkan jiwa yang lemah. Hal ini tentu membuat jiwanya tidak tenang.

9. Menjauhkan diri dari berhutang.
Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan tegas mengatakan “Janganlah engkau jadikan dirimu ketakutan setelah merasakan keamanan!” (Para sahabat) bertanya: " Bagaimana bisa terjadi seperti itu!" Sabdanya :" Karena hutang.”

Begitulah kenyataanya. Orang yang berhutang akan senantiasa bimbang dan risau, karena ia akan didatangi oleh orang yang menghutanginya. Inilah salah satu faktor yang membuat banyak orang mengalami tekanan jiwa. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga mengatakan dalam sebuah haditsnya  : “Hendaklah kamu jauhi hutang, kerena hutang itu menjadi beban fikiran di malam hari dan rasa rendah diri di siang hari."

10. Selalu berfikiran positif.
Mengapa seseorang mudah stress dan jiwa tak tenang? Salah satu faktornya kerena ia selalu berfikiran negatif. Selalu mencela dan menyesali kekurangan diri. Padahal, setiap kita diberikan oleh Allah berbagai kelebihan. Ubahlah fikiran negatif itu menjadi positif. Ubahlah perasaan keluh kesah yang membuat muka berkerut, lemah badan dan kecewa, dengan ucapan yang mengembirakan. Ucapan yang mengembirakan akan membuat kita mudah tersenyum, jiwa menjadi lebih bersemangat. Bukankah di balik kesulitan dan kegagalan ada hikmah yang bisa jadi pelajaran? Dan bukankah dibalik kesulitan ada kemudahan?.

Semoga bermanfaat

Sumber :
 http://waladi-dimalaysia.blogspot.com/2011/02/10-cara-menangkan-hati.html

Monday, 18 October 2010

Aku Ingin Berhenti Sejenak

Aku ingin berhenti sejenak…

Saat semua puji itu terlampau…

Hati ini galau…

Jiwa terlena…

Lupa bahwa diri ini sebenarnya hina…



Aku ingin berhenti sejenak…

Saat kata yang terangkai dalam tulisan…

Membuat cinta untukMu terburai berhamburan…



Aku ingin berhenti sejenak…

Saat perbuatan mulai tak tulus…

Saat nurani mulai tak lurus…



Aku ingin berhenti sejenak…

Merenung dalam diam ...

Hanya ingin jujur dengan semua rasa yang terpendam…



Aku ingin berhenti sejenak…

Ingin membaca dan lebih memaknai lagi semua yang sudah aku tuliskan...

Ingin melihat semua yang sudah aku lakukan...



Aku ingin berhenti sejenak…

Saat semua puji itu salah alamat…

Ia mulai mengikis niat…



Aku ingin berhenti sejenak…

Tak pungkiri makin lama, aku merasa makin tak mengenali diri...

Aku tak ingin bertemu denganMu dalam keadaan yang seperti ini…



Aku ingin berhenti sejenak…

Meluruskan niat…

Memberi diri ini nasehat…

Agar aku bisa mengukir jejak indah, perjalananku ke akherat…



Ya Allah…

Aku datang dengan sekeping hati…

Sekeping hati yang menjerit…

Sekeping hati yang sakit…





Ya Allah…

Karena tak bersihnya niat…

Aku menjadi hambaMu yang selalu punya cacat…

Yaa aku selalu berpotensi untuk cacat karena aku bukan malaikat…

Meski aku bukan malaikat, aku hamba yang berusaha untuk selalu taat…



Ya Allah… Karena tak ada kata terlambat untuk bertaubat…

Aku ingin berhenti sejenak…

Meluruskan niat untuk taat…



Ya Allah…

Ampuni dosaku...

Maaf untuk khilafku…


SUMBER: http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/aku-ingin-berhenti-sejenak-allh-/481078176041

Tuesday, 5 October 2010

DO'A DUA INSAN YANG MENGHARAP KEHADIRAN JODOHNYA

Bissmillahirahmanirrahiim...

Ya Allah....

Aku berdoa dan berharap untuk seorang pria yang menjadi bagian hidupku

Seorang pria yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu

Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untukMU

Dan mengetahui bagi siapa dan untuk siapa dia hidup

Sehingga hidupnya tidaklah sia sia dan otaknyapun cerdas

Seorang yang tidak hanya sekedar memujaku, namun dia dapat juga menasehatiku bila ku berbuat salah atau khilap

Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku, tetapi karna hatiku

Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaiku dalam tiap waktu dan situasi

Seorang pria yang dapat me,buatku merasa di hargai sebagai seorang wanita kala berada di sisinya

Aku tidak meminta seorang pria yang sempurna

Namun aku meminta seorang pria yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMU

Ya Allah...

Buatlah aku menjadi seorang laki laki yang dapat membuat seorang wanita bahagia

Berikanlah aku sebuah hati, hati yang sungguh mencintaiMU sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU

Bukan mencintainya dengan sekedar cintaku

Berikanlah aku mataMU sehingga aku dapat melihat banyak hal dalam dirinya

Berikanlah aku mulutMU yang penuh dengan kata kata bijak dan pemberi semangat

Sehingga aku selalu dapat mendukungnya setiap hari

Berikanlah aku bibirMU dan aku akan selalu tersenyum kepadanya
Kami bersyukur kepadaMU yang telah mempertemukan kami

Telah memberi kami seorang yang dapat melengkapi hidup kami pada waktu yang tepat

Yang akan membuat segalanya indah pada waktunya yang telah Engkau tentukan

Sumber: http://www.facebook.com/notes/uum-ummi-saadah/doa-dua-insan-yang-mengharap-kehadiran-jodohnya/164495883560541

Wednesday, 22 September 2010

RENUNGAN & DOA HAMBA YANG LEMAH

Tuhan Kami...

Runtunan nikmat-Mu telah melengahkan kami

Untuk sanggup benar-benar bersyukur kepada-Mu

Limpahan anugrah-Mu telah melemahkan kami

Untuk bisa menghitung pujian atas-Mu

Iringan karunia-Mu telah menyibukan kami

Untuk dapat menyebut kemuliaan-Mu

Rangkaian pertolongan-Mu telah melalaikan kami

Untuk mampu memperbanyak pujian pada-Mu

Ya Gaffar, dengan Cahaya-Mu kami mendapat petunjuk

Dengan karunia-Mu kami mendapat kecukupan

Dengan nikmat-Mu kami masuki pagi dan petang

Dan inilah kami membawa dosa-dosa kami ke hadapan-Mu



Ya Allah, kami mohon ampunan-Mu

Kami bertobat kepada-Mu

Engkau limpahi kami dengan kenikmatan

Tapi kami melawan-Mu dengan kemaksiatan

Kebaikan-Mu turun kepada kami

Dan kejelekan kami, naik kepada-Mu

Tidak henti-hentinya malaikat yang Mulia mengantarkan kejelekan amal kami

Tetapi itu tidak mencegah-Mu untuk meliputi kami dengan nikmat-Mu

Dan memuliakan kami dengan anugerah-Mu

Subhanallah, betapa penyayang Engkau

Betapa agung Engkau

Betapa pemurah Engkau



Ya Allah, sibukkan kami dengan zikir kepada-Mu

Lindungi kami dari kemurkaan-Mu

Lepaskan kami dari azab-Mu

Limpahi kami dengan anugerah-Mu

Curahi kami dengan karunia-Mu

Bimbinglah kami untuk beramal manaati-Mu

Matikanlah kami pada agama-Mu dan Sunnah Nabi-Mu Saw



Ya Allah, ampunilah dosa kami dan dosa orang tua kami

Sayangilah keduanya seperti mereka memelihara kami ketika masih kecil

Balaslah kebaikan mereka dengan kebaikan

Dan balaslah kesalahan mereka dengan ampunan



Rabbana,Jika dalam keadaan seperti ini kami dipindahkan kekuburan

Kami belum menyiapkan pembaringan kami

Kami belum menghamparkan amal saleh untuk tikar kami

Bagaimana kami tidak menangis

Sedangkan kami tidak tahu akhir perjalanan kami

Nafsu selalu menipu kami dan hari-hari melengahkan kami

Hati masih diselimuti dengki, iri, ria,sombong

Padahal maut telah mengepak-kepakan sayapnya diatas kepala kami



Bagiamana kami tidak menangis

Bila mengenang saat menghembuskan nafas yang terakhir

Kami menangis karena kegelapan kubur

Kesempitan lahad dan pertanyaan Munkar dan Nakir

Kami menangis karena kami akan keluar dari kubur dalam keadaan hina

Dan memikul beban dosa

Wajah-wajah kami hari itu berdebu, tertutup kelabu dan ketakutan



Rabbana, inilah kami yang tidak malu kepada-Mu dalam kesendirian

Dan tidak menyadari kehadiran-Mu ditempat keramaian

Inilah kami yang berani melawan junjungan-Nya

Kamilah orang yang durhaka kepada Penguasa langit

Yang ketagihan maksiat yang besar

Kamilah orang-orang yang bila dirayu dosa segera keluar menyongsongnya

Engkau membiarkan kami, tapi kami tidak menginsafinya

Engkau tutupi aib kami, tapi kami tidak tahu diri

Kami tetap saja melakukan maksiat dan melebihi batas



Rabbana, maafkanlah kami sehingga tidak lagi durhaka kepada-Mu

Ilhamkan kepada kami kebaikan dan mengamalkan kebaikan

Serta selalu takut kepada-Mu siang dan malam

Berilah kepada kami mata yang mudah menangis karena takut kepada-Mu

Berilah kami hati yang bersih

Dan mudah terenyuh melihat penderitaan hamba-Mu

Berilah kami tangan yang mudah memberikan bantuan kepada mahluk-Mu



Ya Allah izinkan kami mencintai-Mu

Jangan Kau biarkan hati kami membatu

Kami ingin ke surga-Mu

Bagaimana bisa kami ke surga-Mu jika kami masih seperti ini.



Ya Allah

izinkan kami untuk memperbaiki diri

Untuk lebih dekat dengan-Mu dan mencintai-Mu



Ya Allah ampuni kami.



AMIN

Sumber : http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/renungan-doa-hamba-yang-lemah/469626291041

Thursday, 22 July 2010

3 Hal Yang Selalu Dipanjatkan, Dalam Do'a

1. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang shalih dan bertaqwa, semoga Allah memberikan kemampuan kepada kita untuk menjadi hamba yang selalu berbuat kebajikan, bertaqwa dan menjadi manusia muttaqin, bukan hamba Allah yang selalu durhaka kepada-Nya.
2. Diberikan rezki yang halal dan barakah. hendaknya kita selalu memanjatkan doa kepada Allah agar Allah menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang selalu dicukupi dengan rizki yang halal dan barakah. Karena hidup butuh makan, kita butuh rizki dari Allah agar kita dapat beribadah, menghidupi sanak keluarga dan berjuang di jalan Allah. Tanpa rizki-Nya mustahil kita dapat menjalankan ibadah dengan baik dan ikhlas, mustahil kita dapat berjuang untuk menegakkan syariat-Nya.
3. Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba yang meninggal dalam keadaan khusnul khatimah, mati dalam keadaan baik di hadapan Allah, akhir kehidupan yang diridhai oleh Allah, mati tetap berpegang teguh kepada-Nya, bukan mati yang buruk, tidak diridhai oleh Allah, su’ul khatimah. Na’udlu billah min dlalik. Ingat!!!, kehidupan manusia bertahun-tahun hanya ditentukan oleh kematiannya, bila ia mati dalam keadaan khusnul khatimah, sesuai janji Allah, ia akan mendapatkan tempat Allah di surga. Namun sebaliknya, bila ia mati dalam keadaan su’ul khatimah, na’udlu bilah min dlalik, kelak tempatnya adalah di neraka.

Yakinlah, Allah akan mengabulkan doa hamba-Nya, karena Dia Maha Mendengar. Allah juga Maha Menyayangi para hamba-Nya, Karena Dia Maha Pemurah, Rahman Rahim. Oleh karena itu, sebagai seorang hamba Allah yang beriman, kita harus memanjatkan doa kepada-Nya. Manusia adalah insan yang dlo’if. Tidak berdaya, tidak mempunyai kekuatan apa-apa, hanya kekuatan Allah belaka yang mampu memberikan daya kekuatan kepada manusia. Laa haula wala quwwata illa billahil aliyyil adhim.

Sumber: Harmoni Islam

Ya Rabb… Jangan Biarkan Aku sendiri

Air mata ini sering berjatuhan...

Kepahitan ini sering kurasakan...
Rabb..kalau bukan diri-Mu yang ku kenal...
Niscaya aku tidak akan pernah mampu tersenyum kembali...

Sakit itu sering kurasakan...
Luka itu sudah menjadikanku teman...
Rabb..andai bukan diri-Mu yg menyembuhkan...
Ku yakin..tiada dokter yang mampu menyelamatkan...

Aku sayang pada-Mu ya..Rabb...
Tapi..masih saja aku mengeluh akan dukaku...
Aku rindu pada-Mu ya..Rabb...
Tapi..masih saja aku takut..Kau marah padaku

Jangan biarkan aku seorang diri ya..Rabb...
Karena ku takut berjalan sendiri di sini...
Jangan tinggalkan aku sendiri ya..Rabb...
Karena ku takut tak bisa kembali...
__________________________________

Ketika kita merasa amat membutuhkan hadirnya seorang pendamping...
Kerika kita terbelenggu merasa terbebani oleh beberapa masalah...
saat hati kita dicekam oleh kesedihan karena tidak adanya teman sejati ...
atau ketika jiwa dipenuhi kerinduan untuk menimang buah hati yang lucu...

PANJATKAN DOA INI :

رَبِّ لا تَذَرْنى فَرْداً وَأَنْتَ خيْرُ الوارِثينَ

“Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik” (QS. Al-Anbiya’ Ayat 89)

Ketika terasa sepi yang mencekam...
Agar tetap ada senyum di hatimu...
agar ikhtiar terus di sempurnakan...
agar doa-doa tak bosan kau senandungkan...
agar Iblis tak menggodamu yang menyebabkan engkau futur...

PANJATKAN DOA INI :

رَبِّ لا تَذَرْنى فَرْداً وَأَنْتَ خيْرُ الوارِثينَ

“Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik” (QS. Al-Anbiya’ Ayat 89)
_______________________________________________________________
Sesungguhnya ini adalah do’a yang dipanjatkan oleh Nabi Zakariya As. untuk menghapus kesendiriannya....

Catatan Masaji Antoro

Tuesday, 20 July 2010

SEBUAH MUHASABAH DIRI

Tuhanku,

Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-MU yang luas
Aku hanyalah setetes embun di lautanMU yang meluap hingga ke seluruh samudra

Aku hanya sepotong rumput di padangMU yang memenuhi bumi
Aku hanya sebutir kerikil di gunung MU yang menjulang menyapa langit
Aku hanya seonggok bintang kecil yang redup di samudra langit Mu yang tanpa batas

Tuhanku…Hamba yang hina ini menyadari tiada artinya diri ini di hadapanMU

Tiada Engkau sedikitpun memerlukan akan tetapi,

hamba terus menggantungkan segunung harapan pada MU

Tuhanku…baktiku tiada arti, ibadahku hanya sepercik air
Bagaimana mungkin sepercik air itu dapat memadamkan api neraka MU

Betapa sadar diri begitu hina dihadapanMU

Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhlukMU

Diri yang tangannya banyak maksiat ini,

Mulut yang banyak maksiat ini,

Mata yang banyak maksiat ini,

Hati yang telah terkotori oleh noda ini, memiliki keinginan setinggi langit

Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu yang mulia???

Tuhan, Kami semua fakir di hadapan MU tapi juga kikir dalam mengabdi kepada MU
Semua makhlukMU meminta kepada MU dan pintaku…
Ampunilah aku dan sudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku
Sukseskanlah mereka mudahkanlah urusannya

Mungkin tanpa kami sadari , kami pernah melanggar aturanMU

Melanggar aturan qiyadah kami,bahkan terlena dan tak mau tahu akan amanah
Yang telah Tuhan percayakan kepada kami, Ampunilah kami

Pertemukan kami dalam syurga MU dalam bingkai kecintaan kepadaMU

Tuhanku,.Siangku tak selalu dalam iman yang teguh

Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat,

Pagiku tak selalu terhias oleh dzikir pada MU

Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit

Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada Mu

Atau…dalam maksiat kepadaMU? Ya Tuhanku Tutuplah untuk kami

dengan sebaik-baiknya penutupan !!


Dari saudara untuk saudara, Perbaiki diri Serulah Orang Lain.


oleh drh. wahid
http://www.dudung.net/artikel-islami/

SUMBER: http://www.facebook.com/notes/al-ukhuwah-wal-ishlah/sebuah-muhasabah-diri/136114843089411

Thursday, 15 July 2010

~ AIR MATA KEINSAFAN ~

Kenapakah begitu susah untuk aku mengubah diri ini agar menjadi insan berguna pada mata Illahi?
Kenapa begitu sukar diri ini untuk menerima segala kebenaran yang diajarkan padaku?
Begitu hitamkah hati ku ini?
Begitu menggunungkah dosa diri ini?
Layakkah aku untuk meminta ampunanMu ya Allah?
Masih adakah ruang untuk hidayahMu bertapak dalam ruangan hati hitam ini ya Allah?


Kenapa begitu susah diri ini untuk mengalirkan air mata apabila disebut nama yang Maha Esa...?
Kenapa begitu berat air mata ini untuk mengalir mendengar nama Rasulullah s.a.w.?
Kenapa begitu jauh diri ini jika dibanding dengan para pejuang Islam yg lain?
Aku jua muslim yang sama-sama ingin melihat kebangkitan Islam...
Aku jua muslim yang bersama-sama melawan arus jahiliyah...
Tapi diri ini tetap ku rasakan masih sungguh jauh untuk menghampiri gerbang syurgaMu ya Allah...
Tapi aku tidak sanggup dengan siksaan api nerakaMu...


Ya Allah.....
Hinanya diri ku ini ya Allah...
Kotornya diri ku ini ya Allah...
Jijiknya diri ku ini ya Allah...
Berilah hidayah padaku ya Allah...
Janganlah Kau tinggalkan aku walau sesaat...
Pimpinlah aku dalam setiap detik perbuatanku...
Aku tidak sanggup jika Kau berpaling dari memandang diri ini...
Tidak sanggup ya Allah...
Segala-galanya aku berserah pada Mu...
Aku tidak dapat membayangkan diriku tanpa pimpinanMu ya Allah...
Aku tidak sanggup menjadi sehina-hina manusia pada pandanganMu...
Astaghfirullahal'azim...
Ampunilah aku dalam setiap kejahilan dan kelekaanku...
Hanya pada Engkau aku bergantung dan mengharap segala-galanya...


Air mata membasahi pipi...


Adakah ini air mata keinsafan???
Ini adalah air mata kehinaan yang melanda diri ini...
Diri ini sedih dengan apa yg telah hambaMu ini lakukan...
Aku ingin meminta sesuatu dari Mu...
Tapi aku sungguh malu padaMu ya Allah...


Aku teringat perjuangan Hassan Al-Banna...
Aku sangat mengagumi perjuangan beliau...
Aku mengagumi perjuangan Syed Qutub...
Tapi ya Allah... aku malu ya Allah untuk menyatakannya...
Masih layakkah diri ini menyebut nama Hassan Al-Banna? Nama Syed Qutub?
Masih tersisakah pejuang sepertinya untuk diri ini...
Malunya aku ya Allah dengan permintaan ini...
Aku tidak layak memikirkan tentangnya...


Wanita seperti manakah yang Kau pilihkan untuk mereka...?
Wanita yang bagaimanakah yang telah Kau pilih untuk melahirkan mereka?
Semestinya seperti Zainab Al-Ghazali dan mereka yang seangkatan dengan beliau...
Aku ingin sekiranya boleh mendampingi orang-orang sekaliber mereka.
Seorang yang hidupnya semata-mata untuk Allah.
Mereka tak tergoda rayuan harta dan benda apalagi wanita.
Aku ingin sekiranya boleh menjadi seorang ibu bagi mujahid-mujahid seperti Hassan Al-Banna.
Masih tersisakah mujahid seperti Al-Banna untukku ya Allah...?
Layakkah diri ini untuk menjadi peniup semangatnya?
Aku sungguh malu menyatakannya ya Allah...
Sungguh hina diri ini... sungguh kotor diri ini...
Sungguh lemah diri ini untuk mujahid seperti mereka...


Air mata ini jika dialirkan hingga titisan terakhir,
Namun ia masih tidak mencukupi untuk menyatakan rasa bersalah dengan dosa-dosa diri ini yang menggunung tinggi...


Ya Allah...
Pimpinlah daku...
Janganlah Kau tinggalkan aku walau sesaat cuma
Aku tidak sanggup dibiarkan dlm lumpur dosa2 hina...
Ampunilah aku ya Allah...
Astaghfirullaha'lazim...
Astaghfirullahal'azim...
Astaghfirullahal'azim...



Sumber: DARIPADA SEORANG HAMBA ALLAH
Copas : NOTE UKHTI MAISARAH NURULJANNAH MAT ISA



" Jika seorang hamba tidak mudah lagi untuk menangis karena takut dengan Kekuasaan Allah... JUSTRU... menangislah karena ketidak mampuan itu.. "

Tuesday, 22 June 2010

Izinkan Hamba Berubah

Ya Allah…..
Ampuni hambaMU yang tak berdaya ini
Yang selalu turuti hawa nafsu
Ada sedikit pengetahuan tertanam, memang
Tapi segunung ajakan kiri selalu menghantu
Ya Allah…
Hamba ingin jadi hambaMu sejati
Tapi mengapa…..?
Mengapa ruh kekuatan belum juga tiba
Mengapa diri ini masih yang dulu
Yang tak berkembang…….yang tak beranjak
Yang tak melaju menjemput masa depan
Mengapa diri ini masih berdiam diri
Takluk dalam genggam birahi…?
Ya Allah……
Sirami kepadanya cahaya kekuatanMU
Untuk mengusir bisikan-bisikan palsu
Menepis pikiran-pikiran tanpa etika
Biarkan ia menjadi lebih baik
Biarkan ia berbenah diri
Berikan padanya kesadaran, sebenar-benarnya kesadaran
Ya Allah….
Hanya ridhoMu yang abadi
Abadi dan sejati
Ya …Allah
Saksikan dan dukunglah
Niat hamba yang tak berdaya ini
untuk berubah dan memperbaiki diri
Hamba memang sering ingkar janji
Maka hamba minta..
MaafMu terbuka tiap waktu

Sumber: http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/izinkan-hamba-berubah/433570731041

Saturday, 19 June 2010

Muhasabah Cinta

Wahai...pemilik nyawaku..
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian darimu
Kupasrahkan semua padaMU..
Tuhan..baruku sedar..
Indah nikmat sehat itu..
Tak pandai aku bersyukur..
Kini ku harapkan cintaMu..
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku..
Butir-butir cinta air mataku..
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi..
Muhasabah cintaku..
Tuhan ..Kuatkan aku
lindungiku dari putus asa
Jika kuharus mati..
Pertemukan aku denganMU..
Seringkali aku alpha dan lena dariMu Ya Allah..Angin dingin yang menghembus menusuk kedalam diriku tak mampu membuatkan aku sedar bahawa hidupku ini dibawah penguasaanMu Ya Rab..Bantulah aku dalam setiap sisa langkah ku disini Ya Allah..Bantulah aku..aku mohon...

Sumber: http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/muhasabah-cinta/432578141041

Monday, 14 June 2010

Surat Cinta Untuk Jiwaku dan Jiwamu

Surat ini kutujukan untuk diriku sendiri serta sahabat-sahabat tercintaku yang insyaAllah tetap mencintai Allah dan RasulNya di atas segalanya, karena hanya cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya, cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalanya dari sudut pandangan yang berbeda, lebih bermakna dan indah.

Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang kerap kali terisi oleh cinta selain dariNya, yang mudah sekali terlena oleh indahnya dunia, yang terkadang melakukan segalanya bukan keranaNya, lalu di ruang hatinya yang kelam merasa senang jika dilihat dan dipuji orang, entah di mana keikhlasannya.

Maka saat merasakan kekecewaan dan kelelahan karena perkara yang dilakukan tidak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan, padahal Allah tidak pernah menanyakan hasil. Dia akan melihat kesungguhan dalam berproses.

Surat ini kutujukan pula untuk jiwaku serta jiwa sahabat-sahabat tercintaku yang mulai lelah menapaki jalanNya ketika seringkali mengeluh, merasa dibebani bahkan terpaksa untuk menjalankan tugas yang sangat mulia. Padahal tiada kesakitan, kelelahan serta kepayahan yang dirasakan oleh seorang hamba melainkan Allah akan mengampuni dosa-dosanya.

Surat ini kutujukan untuk roh-ku dan roh sahabat-sahabat tercintaku yang mulai terkikis oleh dunia yang menipu, serta membiarkan fitrahnya tertutup oleh maksiat yang dinikmati, lalu di manakah kejujuran diletakkan? Dan kini terabailah sudah nurani yang bersih, saat ibadah hanyalah sebagai rutin belaka, saat jasmani dan fikiran disibukkan oleh dunia, saat wajah menampakkan kebahagiaan yang penuh kepalsuan.

Coba lihat disana! Hatimu menangis dan meranakah?
Surat ini kutujukan untuk diriku dan diri sahabat-sahabat tercintaku yang sombong, yang terkadang bangga pada dirinya sendiri. Sungguh tiada satupun yang membuat kita lebih di hadapanNya selain ketakwaan.

Padahal kita menyedari bahawa tiap-tiap jiwa akan merasakan mati, namun kita masih bergulat terus dengan kefanaan. Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang mulai mati, saat tiada getar ketika asma Allah disebut, saat tiada sesal ketika kebaikan berlalu begitu sahaja, saat tiada rasa takut padaNya ketika maksiat dilakukan, dan tiada merasa berdosa ketika mendzalimi diri sendiri dan orang lain.

Akhirnya surat ini kutujukan untuk jiwa yang masih memiliki cahaya meskipun sedikit, jangan biarkan cahaya itu padam. Maka terus kumpulkan cahaya itu hingga ia dapat menerangi wajah-wajah di sekeliling, memberikan keindahan Islam yang sesungguhnya hanya dengan kekuatan dariNya

"Ya..Allah yang maha membolak-balikkan hati, tetapkan hati ini pada agamaMU, pada taat kepadaMu dan dakwah di jalanMu "


Wallahualam bisshawab Semoga dapat membangkitkan iman yang sedang mati atau jalan di tempat, berdiam diri tanpa ada sesuatu amalanpun yang dapat dikerjakan. Kembalikan semangat itu sahabat- sahabat tercintaku.. ... Ada Allah dan orang-orang beriman yang selalu menemani di kala hati "lelah".

Sumber: http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/surat-cinta-untuk-jiwaku-dan-jiwamu/430765201041

Tuesday, 1 June 2010

Semangat Hidup

Aku tak mau putus asa
Seperti matahari terbenam
Aku tidak akan menyerah
Seperti pasir yang terbawa ombak

Semangatku terus berkobar
Meski begitu banyak panah tajam
Menusuk pikiran dan jiwaku
Meski telah berjuta kali
Ku tenggelam ke dasar kegagalan

Bila ku terjatuh
Ku akan bangkit lagi
Bila jiwaku runtuh
Akan kubangun kembali
Dengan pondasi-pondasi yang terkuat
Dengan semangat yang tak terkalahkan

Kini
Kujalani hari dengan sepenuh hati
Tak ada alasan untuk berhenti
Atau berlari dari rintangan
Karena ku tahu
Masa depan tak mungkin cerah
Apabila aku mudah menyerah

Sumber: http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/semangat-hidup/426506396041

Thursday, 27 May 2010

RISALAH CINTA

Yaa Ilahi, Rabbi...
Kutunggu jawaban-Mu di sajadah kalbu
Kusimpan pesona-Mu di relung hati
Kusibak tabir-Mu dengan menanggalkan dosa
Kuraih kasih-Mu dengan bertasbih

Yaa Waduud...
Semaikan benih-benih cinta,
agar Aku dapat menyapa senyum-Mu.
Bukankah setetes air cinta,
tidak akan mengurangi keindahan-Mu.
Bukankah Aku berhak merasakan kemesraan cinta-Mu...
Jikalau Engkau tolak risalahku,
Kemana lagi kualamatkan goresan tinta, cinta dan cita-cita ini...

Yaa Rahman, Yaa Rahim...
Aku memang petualang cinta,
Aku masih mencari dan belajar memaknai cinta,
Sebagian cintaku, kugadaikan pada yang lain.
Namun, dengan keagungan cinta-Mu.
Bukankah Engkau tidak pernah menolak cinta hamba-Mu.
Terimalah puing-puing cintaku,
Balaslah cintaku dengan mahabbah-Mu.

Yaa Arham al-Rahim...
Dihadapan-Mu kupejamkan mata batinku,
Tuk menahan rasa malu.
Nuraniku bertanya,
kado apa yang dapat memikat-Mu...?
Hanyalah risalah cinta ini yang dapat kupersembahkan,
Semoga Engkau berkenan menerimanya.
Mutiarahati.com

Sumber: http://www.facebook.com/notes/al-ukhuwah-wal-ishlah/risalah-cinta/122513467782882

Saturday, 22 May 2010

Astagfirullahal ‘adziym….

Astagfirullahal ‘adziym….

Ampunilah hamba-Mu ini ya Allah…
Ampunilah dari dosa
Merasa lebih pintar
...Merasa lebih alim
Merasa lebih mulia
Merasa lebih baik…
Astagfirullahal’azdiym….

Ampunilah hamba-Mu ini ya Allah…
Dari sifat iri
Dari sifat dengki
Dari sifat hasad
Dari sifat sombong
Dari sifat takabbur
Dari segala sifat yang tidak baik yang ada pada hamba
Astagfirullahal ’adziym….

Ampunilah hambamu ini ya Allah….
Merasa nasehat yang hamba dengar ataupun yang hamba baca
Hanya cocok untuk orang lain, orang yang banyak dosa…
Padahal hamba sendirilah yang banyak dosa
Astagfirulahal ’adzim…

Ampunilah hamba-Mu ini ya Allah..
Sering memohon ampun pada-Mu atas kesalahan dan dosa-dosa
Tapi kesalahan dan dosa itu hamba ulang lagi
Astagfirullahal ’adziym….

Ampunilah dosa hamba dan dosa kedua orang tua hamba ya Allah…
Sesungguhnya hanya Engkau yang tau besarnya dosa hamba
Dan hanya Engkau yang bisa mengampuninya ya Allah…
Yang Maha Pengasih,
Yang Maha Penyayang,
Yang Maha Pengampun
Astagfirullahal 'adziym...

Catatan Terakhir

Aku tahu ketika aku menuliskan ini, engkau tengah
menikmati hari bahagiamu. Dan aku juga tahu salah satu orang yang tak pernah
engkau harapkan datang hadir di hari bahagiamu itu adalah aku,”

Terima kasih engkau”, terima kasih telah lupa dengan
diriku, pura-pura melupakanku bahwa di semesta pikiranmu pernah ada aku,
sekarang aku cuma bisa berkata kepadamu” semoga engkau bahagia dengan semua
itu.

Aku yang terlupakan.

engkau, lama tak ada
tulisan tentangmu.

Tak seperti dulu

dulu, hampir setiap
waktu, selalu ada kata untukmu.

Apa kabarmu sekarang?…

Ah basi ya? Biarlah, aku
hanya ingin mengulang kembali kebiasaan lamaku, sekedar megalirkan metafor
basa-basi menyapamu, seperti orang ketemu, bertanya kabar meskipun tak mau tahu
dengan kabar yang ditanyakan itu,…ah basa-basi bagiku.

Tapi, kali ini agak lain
basa-basiku tidak hanya itu.

Coba dengarkanlah aku.

Tuhan, apakah sinyalmu
tidak cukup kuat menerima SMS yang telah aku kirimkan Kepadamu?

Ataukah, mungkin
jaringanmu sedang sibuk megurus pesan-pesan lain yang lebih penting dari
pesanku itu?

Tuhan apakah karena
hanya aku memakai kartu perdana murahan, dan handphone monophonik sehinggga
SMSku tak sampai Kepadamu?.

Ataukah nomor pusat
servis pesanku keliru sehingga salah sambung pesanku entah kemana?.

Tuhan, katanya servisMu
24 jam online tanpa henti, tapi mengapa SMSku tak juga Engkau Balas?.

Padahal aku juga sudah
kirimkan SMSku di saat diskon specialmu, yakni di sepertiga malam-Mu karena aku
yakin tak banyak orang yang menghubungi atau berkirim pesan kepada-Mu. Tapi
mengapa sampai detik ini menunggu tak juga Engkau balas SMSku, padahal aku
menunggu Tuhan.

Tuhan,apakah aku salah
kirim ke nomor yang lain?

Tapi kurasa benar,sebab
di ktab keabadian warisan nabi-Mu sudah kubaca benar itu nomor-Mu,Tuhan.

Tapi mengapa engkau tak
segera membalas SMSku Tuhan,padahal aku menunggu.

Kalau aku harus
menelepon,sayang aku tak punya cukup pulsa untuk itu. Dan seandainyapun ada aku
kuatir Engkau tak mau terima teleponku, karena Engkau tahu aku banyak salah dan
kilaf kepada-Mu.

Sekali-kali SMS aku dong
Tuhan. Aku akan sangat senang jika ada pesan khusus dari-MU. Aku akan
melonjak-lonjak girang dan tanpa lama ku balas ‘ Terima kasih Tuhan’ kontan.

Namun mengapa Tuhan tak
kunjung kau balas pesanku?

Padahal aku cuma ingin
tahu Tuhan,apakah benar kabar yang akau dengar itu, apakah benar ini hari
kebahagianya (untuk seseorang di jauh sana), namun mengapa tak ada
pemberitahuan dan undangan darinya.dan apakah benar orang yang tak pernah di
harapakan datang adalah ‘Aku”. Kalau memang iya Tuhan tolong sampaikan kataku
”Semoga dia bahagia”.

Ya sekedar basa-basi tapi punya arti
bagiku

Karena memang Tuhan tak
butuh dengan kata-kataku itu.

Namun engkau waktu?

Adakah Deja vu itu?

Engkau jangan terus maju
waktu,kembalikan aku ke masa lalu, yang indah itu.

Aku masih punya mimpi,
aku masih punya cinta yang sanggup mengetarkan seluruh urat syarafku, memeras
gelora air mataku. Kenangan itu….

Ya sebuah kenangan yang
kelak akan aku buka kembali pada episode masa depanku, yang jauh itu, bersama
kata yang tak pernah sanggup menggenggam bahasa jiwaku, tentang aku dan kamu.

Dan sekarang…, ya
sekarang aku hidup di ini waktu.

Menggores pena bersama
berjalannya sang waktu.

Dan dirimu…

Kalau aku punya hari
yang indah teryata dirimu punya yang lebih dariku..

tapi kenapa dirimu tak
beritahu aku..

Hhhmmm….aku tahu, dirimu
sengaja tak mengabariku karena engkau kuatir aku iri denganmu, iri dengan hari
bahagiamu, iri dengan hari indahmu he..he.. tapi sory ya, engkau keliru kalau
berpikir begitu.

Ya daripada salah dan
membuat muka merah,..ah…yang pasti engkau sengaja melupakanku,supaya ada
tulisan ini untukmu. Terima kasih engkau, telah membangunkan imajinasiku. Tapi
maaf ini bukan surat cinta yang sering orang tuliskan itu. Dan aku yakin engkau
juga punya kata itu.

Malam !….

aku ingin bertanya
kepadamu…

jangan hanya kelam dan
hitam kepadaku, diam membisu dalam keheninganmu.

Adakah cinta itu abadi?

Adakah persahabatan itu
sejati?

Adakah sebuah hukum alam
yang mampu mengubah cinta menjadi benci?

Pertanyaan-pertanyaan
itulah yang selalu tidak aku mengerti malam!.

Ok lah!…kalau engkau
juga tak tahu,aku juga tak akan memaksamu untuk menjawab itu.

Aku cuma ingin engkau
setia menemaniku, membiarkan aku termenung dengan khayalan kehiduypanku.di
bawah kerlip bintang-bintang di langit sayapmu.dan jangan pergi meninggalkank,
hingga datang mentari kan menjagaiku…

oh malam….kenapa
tiba-tiba aku bisa melihat diriku…. sedang apakah aku diriku… kenapa ada
pelaminan di situ… ya Tuhan benarkah yang aku lihat itu?…

mimpikah aku?…

sadarkah diriku?….

sungguhkah dengan yang
aku saksikan itu?…

akukah yang palsu atau
dia yang semu?….

tapi mengapa dengan
denagn kepura-puraanmu tak melihat diriku dan menyambut kedatanganku dengan
senyummu yang indah itu,”karenakah orang itu, yang sekarang duduk mesra
disampingmu itu?”…….,

lihatlah malam,….. aku
disini,saksikan aku,karena hanya engkau yang tahu dan peduli denganku,

“Air mata ini adalah air mata kebahagianku, bahagia
karena melihat dirimu bahagia, bahagia karena sekarang engkau telah menemukan
separuh yang hilang dari dirimu,yang terbaik dalam kehidupanmu”.

Katakan padanya malam,

”Aku juga turut
berbahagia,dan cuma bisa berkata,semoga engkau juga bahagia, baarakallahu laka
wa baaraka ‘alaika wa jama’a baina kuma fi khair”.

Padahal malam,kata-kata
itu aku ingin ucapkan sendiri di depannya sambil menjabat tangan orang yang ada
di dekatnya.karena aku tak mampu malam,tolong bilangkan itu padanya….

bahagia?….

apakah arti bahagia
itu?….

adakah bahagia itu
adalah air mata?….

ataukah mungkin pepatah
ini arti bahagia?…

Kebahagian adalah
menemukan seseorang untuk kau peluk saat kau menangis,berbagi perih bersamanya,
dan kesedihan adalahsaat kau tertawa sendirian”.

Tapi aku perih malam……

perih kesediahan….

perih karena dalam
kenyataannya tidak bisa melihat dia bahagia…

perih karena aku tak
pernah ia harap untuk hadir ikut merasakan dia bahagia.

Kenapa dia
begitu?…

adakah itu di
sengaja?..

tapi dia baik….
tak pantas ku menyalahkannya.

Tapi siapakah?…

takdirkah?…

ngak… takdir gak
salah.

Namun….

Hidup yang tak
pernah dipertanyakan adalah hidup yang tak pernah layak diteruskan.

Itulah guruku
Socrates yang pernah bilang….

dan me…..

Love or just hate
mebut pare me with your indefference,cintai aku atau sekalian benci aku, asal
jangan kau acuhkan diriku.

Toh…

Tak semua yang dapat di hitung, diperhitungkan, dan
tak semua yang dapat diperhitungkan dapat di hitung.

ah… apa lagi ini…

Namun begitulah cerita
hidup dan cintaku.

catatanharian.wordpress.com/

Sumber: http://www.facebook.com/photo.php?pid=179546&id=100000426327666

Wednesday, 12 May 2010

Ada Apa Dengan Cinta..??

" Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut pada Allah hingga air susu kembali lagi ke payudara. Dan tidak akan berkumpul debu perang fii sabilillah dengan asap neraka jahannam " (HR At Tirmidzi)

Allahumma innaa nas'aluka ridhaaKa wal jannah
bi iqaamati daulah khilafah rasyidah
alaa minhaaji nubuwwah
tu'idzdzu bihaal islaama wa ahlahu
wa tudzdzilu bihaal kufra wa ahlahu
innaka alaa kullii syai'in Qadiir
innaka ni'mal maulaa wa ni'ma nasyiir

Allahumma laa tahrimnaa ajrahaa
wa laa tahrimnaal aisya fii dhillihaa
wa akrimnaa bi rof'in liwaa'ihaa
yaa Rabbal Alamiin

yaa Allah
Hamba memohon keridhoan-dan syurgaMu
dengan berdirinya daulah khilafah rasyidah
atas manhaj kenabian
yang dengannya
Engkau muliakan Islam dan umatnya
yang dengannya
Engkau hinakan kekufuran dan pengikutnya
Sesungguhnya Engkau maha kuasa atas segala sesuatu
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pemimpin dan pelindung

Janganlah Engkau haramkan atas diri kami
untuk mendapatkan pahala
dengan perjuangan mendirikan/menegakkan khilafah
dan Janganlah Engkau haramkan atas kami
untuk hidup dibawah naungannya
serta muliakanlah kami
dengan ikut mengibarkan al liwaa
yaa Rabbal alamiin...

Yaa Allah..

Tak ada cinta dalam diriku kecuali cinta karenaMu
Tak ada benci dalam diriku kecuali benci karenaMu
Tak ada takut dalam diriku kecuali takut karenaMu,takut pada murka dan azhabMu



1. ingat bahwa cinta sejati hanya kepada Allah. cintamu yang berlebihan saat ini hanya cinta semu yang suatu hari pergi dan meninggalkanmu.

(QS.ALI-IMRAN : 14)
“DI hiaskan kepada manusia, mencintai syahwat (keinginan nafsu), seperti perempuan-perempuan, anak-anak, dan harta yang banyak dari emas, perak, kuda yang bagus, binatang-binatang ternak dan tanam – tanaman. Demikian itulah kesukaan hidup di dunia, dan di sisi ALLAH tempat kembali sebaik-baiknya (yaitu surga).”

2. percayalah bahwa yang hilang itu bukan yang terbaik untukmu, percayalah bahwa Allah akan mengganti apa-apa yang hilang darimu, dan mengganti hari – hari duka dengan hari-hari kebahagiaan.

(QS.ALI-IMRAN : 139)
Janganlah kamu lemah dan jangan pula berduka cita, sedang kamu orang-orang yang lebih tinggi jika kamu beriman.

3. Tidaklah Allah memberikan ujian bagi umat tanpa mengetahui kemampuan umat Nya. Segala cobaan dan ujian yang diberikan semata-mata sudah sesuai dengan kemampuan kita mengatasinya.

“Dan sesungguhnya Kami tetap akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang yang berjuang dan bersabar daripada kalangan kamu dan agar Kami dapat mengesahkan (benar atau tidaknya) berita mengenai keadaan kamu.” (Surah Muhammad: ayat 31)

4. Sesungguhnya kita harus bersyukur bahwa cobaan dan ujian yang kita dapat sesungguhnya adalah sebuah pembuktian cinta kita kepada Allah. sebagus kita mengatasi sebuah ujian dan cobaan, sebagus itulah kita membuktikan cinta kita kepada Allah, dan semakin bagus pulalah cinta Allah kepada kita.

5. Sesungguhnya Allah cemburu ketika kita berlebihan mencintai selain diri NYa. Nah, coba kamu fikir, Kalau kekasihmu cemburu, itu artinya ia sayang sekali padamu bukan ? dan biasanya seorang kekasih yang sangat mencintai, ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan kembali cintanya yang mungkin saja terlupakan dan diabaikan. Ujian dan cobaan itu semata-mata mengingatkan kamu akan Cinta Nya.

“Patutkah manusia menyangka bahwa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: Kami beriman sedangkan mereka tidak diuji dengan sesuatu cubaan.” (Surah Al-Ankabut: ayat 2)

6. Janganlah bersu’udzon kepada Allah, apalagi sampai berpaling. sesungguhnya Allah adalah pemberi jalan yang terbaik.

7. Jangan lari dan diam dari sebuah permasalahan. Sesungguhnya masalah itu tidak akan selesai ketika kau berlari dan berpaling meninggalkannya. Hadapi dengan kesabaran, sesungguhnya kesabaran menciptakan keberanian. Jangan takut dan jangan munafik ketika kau harus mengatakan “ya” atau “tidak”.

Katakanlah: `Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.`(QS. 5:100)

8. “Berkumpulah dengan orang saleh” begitulah pepatah lama. tetapi sungguh luar biasa khasiatnya. Selain kepada orang tua dan keluarga tentunya, mengatakan kegalauan hati, mengisi hari-hari kesedihan, adalah dekat dan berkumpul dengan mereka. Seorang sahabat yang saleh/ha pasti akan memberikan saran yang baik, memberikan semangat yang baik, dan membantu mengisi hari-hari kesedihan dengan kegiatan dan ibadah yang lebih baik.

9. Luangkan waktu bersilaturahmi. sesungguhnya silaturahmi memanjangkan usia, dan memperbanyak sahabat.

10. pernah ku membaca, “Allah mewujudkan impianku, walaupun harapan itu tinggal seiris daun bawang saja”.

_________________.s$$_________ ____s$
________________s$$$?______s__ ___s$³
______________.s$$$___ __.s$, ___s$$³
_____________s$$$$³______.s$__ _.$$³
________, ____$$$$$.______s$³__ __³$
________$___$$$$$$s_____s$³___ __³,
_______s$___³$$$$$$$s___$$$, ` ____..
_______$$____³$$$$$$s.__³$$s__ ___, ,
________³$.____³$$$$$$$s_.s$$$_ ___
_______`$$.____³$$$$$$$_$$$$__ _s³
________³$$s____³$$$$$$s$$$³__ s$³
_________³$$s____$$$$$s$$$$`__ s$$
______s.__$$$$___s$$$$$$$$³_.s $$³__
______$$_s$$$$..s$$$$$$$$$$$$$ $³__
______s$.s$$$$s$$$$$$$$$$$$$$$ $_
_____s$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$³
____s$$$ssss$$$$$$$$$$ssss$$$s
___$$s§§§§§§§§§s$$$$s§§§§§§§§§$$
___³§§§§§§§§§§§§§s$s§§§§§§§§§§§§§³
___§§§§§§§§§§§§§§§s§§§§§§§§§§§§§§
___³§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§
____³§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§³
_____³§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§³
______³§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§§³
________³§§§§§§§§§§§§§§§§§§§³
__________³§§§§§§§§§§§§§§§³
____________³§§§§§§§§§§§³
_______________³§§§§§³
_________________³§³

Thursday, 6 May 2010

Jika Aku Jatuh Hati....

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut. pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid dijalan-Mu.
Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengna limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

Doa untuk Memperoleh keberkahan Rizki

Assalaamu'alaikum,,



Disaat kita terbentur dengan suatu kehidupan duniawi, yg mana tidak dapat kita pungkiri bersama bahwa suatu kebutuhan untuk kita beribadahpun tetap harus dengan ditunjang dgn ketenangan hati....

Dan mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari kemiskinan dan mendapatkan rizki yang barokah... amin.




بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد


أَللَّهُمَّ إِنَّ ذُنُوْبِي لَمْ يَبْقَ إِلاَّ رَجَآءُ عَفْوِكَ، وَقَدْ قَدَّمْتُ أَلَةَ الْحِرْمَانِ بَيْنَ يَدَيَّ فَأَسْأَلُكَ
مَالاَأَسْتَحِقُّهُ وَأَدْعُوْكَ مَالاَأَسْتَوْجِبُهُ وَأَتَضَرَّعُ إِلَيْكَ مَالاَأَسْتَأْهِلُهُ، وَلَمْ يَخْفَ عَلَيْكَ حَالِي وَإِنْ خَفِيَ عَلَى النَّاسِ كُنْهُ مَعْرِفَةِ أَمْرِيْ. أَللَّهُمَّ إِنْ كاَنَ رِزْقِي فِي السَّمَآءِ فَأَهْبِطْهُ وَإِنْ كَانَ فِي اْلأَرْضِ فَأَظْهِرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرَّبْهُ، وَإِنْ كَانَ قَرِيْبًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ قَلِيْلاً فَكَثِّرْهُ وَبَارِكْ لِي فِيْهِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad
Allâhumma inna dzunûbî lam yabqa illâ rajâu ‘afwika, wa qad qaddamtu alatal hirmâni bayna yadayya fa-as-aluka mâlâ astahiqquhu, wa ad’ûka mâlâ astawjibuhu, wa atadharra’u ilayka mâlâ asta’hiluhu, wa lam yakhfa ‘alayka hâlî wa in khafiya ‘alan nâsi kunhu ma’rifati amrî.
Allâhumma in kâna rizqî fis samâi fa-ahbith-hu, wa in kâna fil ardhi fa-azhhirhu, wa in kâna ba’îdan faqarribhu wa in kâna qarîban fayassirhu, wa in kâna qalîlan fakatstsirhu, wa bâriklî fîhi, brahmatika yâ Arhamar râhimîn.


Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya
Ya Allah, sesungguhnya dosa-dosaku tak akan kekal kecuali harapan akan ampunan-Mu. Telah Aku hadapkan di depanku suatu penghalang, lalu aku memohon kepada-Mu sesuatu yang tak layak bagiku untuk Kau perkenankan, berdoa kepada-Mu sesuatu yang tak layak bagiku untuk Kau iijabahi, dan merendahkan diri kepada-Mu dengan sesuatu yang tak layak di hadapan-Mu. Namun bagi-Mu tidak tersembunyi keadaanku walaupun tersembunyi bagi manusia untuk mengetahui persoalanku yang sebenarnya. Ya Allah, jika rizkiku ada di langit turunkan, jika ada di bumi keluarkan, jika jauh dekatkan, jika dekat mudahkan, jika sedikit perbanyaklah, dan berkahi aku di dalamnya. (Mafâtihul Jinân, kunci-kunci surga, hlm 471).

Mudah-mudahan bermanfaat.. :)
Wassalam,,


Sumber: http://www.facebook.com/notes/al-ukhuwah-wal-ishlah/cinta-dan-mengikuti-rasulullah-/116818828352346#!/?page=1&sk=messages&tid=1448240012945