Assalamu'alaikum.

Assalamu'alaikum
Selamat datang di blog ini. Terimaksih atas kunjungannya sahabat

Semoga dapat bermanfaat untuk membuat kita lebih baik lagi, amin....
(bagi yang ingin copy and share artikel yang ada dblog ini, silahkan saja, asal cantumkan sumbernya... :)

Tuesday, 22 June 2010

NUBUWAH ADALAH ANUGERAH ILAHI

Kenabian bukanlah suatu tujuan yang dapat diraih dengan cara-cara tertentu, sehingga bisa dicapai oleh orang yang bersungguh-sungguh, juga bukanlah pangkat yang dapat ditempuh melalui perjuangan. Kedudukan yang tinggi dan pangkat istimewa yang diberikan Allah SWT karena karunianya kepada siapa saja dari makhluk-Nya yang Dia dikehendaki. Maka Dia mempersiapkannya agar mampu memikulnya. Dia menjaganya dari pengaruh syaitan dan memeliharanya dari kemusyrikan karena rahmat dan kasih sayang-Nya sematan, tanpa ada upaya yang ia kerahkan untuk mendapatkan dan untuk mencapai derajat kenabian itu. Bahkan ia hanyalah karunia Allah SWT dan nikmat Ilahi semata, sebagaimana firman-Nya, :

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih” (Maryam ayat 58).

Allah berkata kepada Musa a.s. “Allah berfirman, ‘Hai Musa, sesungguhnya aku memilih (melebihkan) kamu dari manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur” (Al-A’raf ayat 144).

Allah menceriterakan ucapan Ya’kub kepada anaknya, Yusuf a.s. dengan firman-Nya :

“Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi nabi)...”(Yusuf ayat 6).

Sebagaimana halnya Allah mengingkari orang yang memandang bahwa salah satu dari dua orang besar di Makkah dan Tha’if yaitu Al-Walid Ibnul Mughirah dan Urwah bin Mas’ud Ats-Tsaqafi, lebih berhak (pantas) untuk menjadi nabi. Hal ini terjadi ketika Allah mewahyukan kepada nabi Muhammad SAW dan menjelaskan bahwa Dia adalah Rabb, Penguasa yang berhak melakukan apa saja serta yang mengurusi pembagian rizki bagi semua makhluk-Nya.

Jadi sangatlah tidak benar, manakala ada seseorang yang ikut campur tangan dalam menentukan siapa yang berhak menerima rahmat kenabian dan kerasulan. Maka Allah bercerita tentang mereka :

“Dan mereka berkata, ‘Mengapa Al-Qur’an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Makkah dan Tha’if) ini?’. Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu?. Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia...”(Az-Zukhruf ayat 31-32).

Allah telah mengancam orang-orang yang melampaui batas yang mengatakan : “Tidaklah kami beriman sebelum diberi seperti apa yang telah diberikan kepada rosul-rosul Allah”, dengan firman-Nya :

“Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata : ‘Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada rosul-rosul Allah’. Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerosulan. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya” (Al-An’am ayat 124).

Jelaslah bahwa kenabian itu tidak bisa diperoleh karena kebangsawanan atau karena jerih payahnya, akan tetapi adalah nikmat dari Allah serta rahmat yang dianugerahkan kepada sebagian makhluk-Nya berdasarkan ilmu dan hikmah-Nya dan tidak diberikan kepada orang yang mencari atau yang mengharapkannya.

Semoga bermanfaat.....amiin. Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh...(MM 22062010)

Sumber: http://www.facebook.com/notes/suprih-koesoemo/nubuwah-adalah-anugerah-ilahi/120642174645348

No comments:

Post a Comment