Assalamu'alaikum.

Assalamu'alaikum
Selamat datang di blog ini. Terimaksih atas kunjungannya sahabat

Semoga dapat bermanfaat untuk membuat kita lebih baik lagi, amin....
(bagi yang ingin copy and share artikel yang ada dblog ini, silahkan saja, asal cantumkan sumbernya... :)

Tuesday, 22 June 2010

Jangan Menyerah Dan Putus Asa serta Kecewa..SEMANGAT!! ***

Setiap kita pasti ada permasalahan dalam kehidupan kita, baik masalah pribadi, keluarga, teman dan masih banyak lagi permasalah yang selalu menghadang kita dalam mengarungi kehidupan ini. Merasa tertekan kadang bisa membuat kita berfikir kurang jernih, tidak bisa membuat kita melihat suatu permasalahan secara gamblang. Hanya dengan semangatlah kita dapat menghadapi semua masalah yang menghadang kita, semangat untuk maju, semangat untuk tetap menatap masa depan, semangat untuk bisa mempersembahkan yang teraik bagi diri kita, keluarga kita, sahabat kita, dan semua orang yang ada disisi kita.

Kadang putus asa, menyerah dalam menghadapi masalah sering menghantui kita, ya agar kita menghindari, mengesampingkan masalah yang ada. Emm….. ya terasa berat dihati dan pikiran kadang juga sering membuat kita mati gaya, hilang ekpresi kita. Tak ada manusia yang lahir sempurna didunia yang fana ini, semua ada kekurangannya, yang sempurna hanya milik-Nya. Bersyukur dengan apa yang telah anugrah Tuhan kepada kita adalah solusi terbaik agar hidup kita ini selalu tentram dan damai. Dan Tuhan pasti menunjukkan kebesaran-Nya bagi hamba-hambanya yang selalu semangat dan pantang putus asa untuk tidak menyerah dalam mengadapi hidup ini.
Dan hendaklah berdo"a dengan perasaan penuh rendah diri di hadapan Allah SWT.

SABAN hari umat Islam di seluruh pelosok dunia memanjatkan doa kepada Allah SWT dengan harapan segala permohonan diperkenankan-Nya. Namun tidak semua doa daripada seseorang insan itu termakbul. Lantaran itu, sesetengah pihak tertanya-tanya kenapa doanya itu tidak berhasil sedangkan Allah telah berfirman:

Berdoalah kamu kepada-Ku nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. (Ghaafir: 60)

Disebabkan perasaan kecewa kerana tanggapan bahawa permohonannya itu seakan-akan tidak dimakbulkan, maka timbul perasaan putus asa. Sehingga ada yang meninggalkan amalan berdoa yang sebenarnya merupakan salah satu ibadah yang dimuliakan Allah. Nabi SAW bersabda:

“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah dibanding doa”. (Riwayat Tirmidzi)

Hakikatnya, Allah SWT adalah Tuhan yang Maha Adil dan Dia sentiasa mengotakan janji-janji-Nya. Namun hamba-hamba-Nya adakalanya gagal untuk memahami hikmah di sebalik segala keputusan Allah. Kita merasakan apa yang dipinta daripada-Nya itu merupakan yang terbaik untuk diri kita sedangkan Allah lebih mengetahui segala-galanya dan setiap keputusan-Nya itu memiliki hikmah yang adakalanya tidak disedari oleh seseorang insan.

Ada ketikanya apabila Allah tidak memperkenankan sesuatu permintaan hamba-Nya disebabkan kerana Allah ingin memberikan sesuatu yang lebih baik dari apa yang dipinta.

Nabi SAW bersabda: “Tidaklah seorang Muslim berdoa kepada Allah dengan sebuah doa yang tidak berisi dosa dan permintaan untuk memutuskan silaturahim melainkan Allah akan mengurniakan kepadanya salah satu dari tiga perkara: Allah akan segera memakbulkan doanya atau Allah akan menyimpan doanya sebagai pahala di akhirat atau Allah akan menghindarkan dirinya dari keburukan semisalnya. Mereka berkata: Kalau begitu kami harus memperbanyakan berdoa. Nabi bersabda: Apa yang Allah kurniakan kepada kalian lebih banyak dari yang kalian minta”. (Riwayat Imam Ahmad)

Begitulah resam seorang insan yang selalu lupa tentang apa yang telah dikurniakan Allah yang hakikatnya lebih banyak berbanding permintaannya yang dianggapnya tidak dimakbulkan itu. Malah menerusi hadis di atas dapat kita fahami bahawa ada waktunya Allah menggantikan apa yang dipinta oleh hamba-hamba-Nya itu dengan menghindarkan diri mereka dari ditimpa kemalangan ataupun apa-apa jua bentuk musibah.

Ada ketikanya Allah menangguhkan untuk memperkenankan sesuatu permintaan dan dikurniakan sebagai ganti berupa ganjaran pahala di akhirat yang tentu sekali akan lebih memberi manfaat yang besar kepada hamba-hamba-Nya.

Insan tetap insan yang sebagaimana telah kita semua sedia maklum terbelenggu dengan pelbagai kelemahan. Kenapa tatkala merasakan Allah seperti tidak memperkenankan doa-doanya, seseorang insan itu tidak terlebih dahulu melihat kekurangan yang ada pada dirinya sendiri.

Bagaimana mungkin Allah ingin menjawab permintaannya itu sekiranya seseorang itu sentiasa bergelumang dengan perbuatan maksiat serta meninggalkan segala kewajipan yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Sabda Rasulullah SAW:

“Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, kamu harus mengerjakan segala yang baik (mak'ruf) dan meninggalkan segala yang keji (mungkar), atau jika tidak Allah pasti akan menurunkan seksa ke atas kalian, nanti bila kalian berdoa tidak akan dimakbulkan”. (Riwayat Tirmidzi)

Tidak dapat dinafikan kelalaian seseorang dalam menurut perintah Allah dan juga tewasnya seseorang dengan godaan hawa nafsu merupakan penyebab utama terhalangnya kurniaan kebaikan (seperti mudah termakbulnya doa) daripada Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Firman-Nya:

Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkan-Nya itu, dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain daripada-Nya. (al-Ra’du: 11)

Mana mungkin Allah SWT akan memperkenankan sesuatu permohonan jika hamba-hamba-Nya tidak mempedulikan perkara halal dan haram dari segi sumber rezeki, pemakanan dan pakaian-pakaiannya dalam kehidupan seharian. Firman Allah:

Wahai Rasul-rasul, makanlah dari benda-benda yang baik lagi halal dan kerjakanlah amal-amal soleh; sesungguhnya Aku Maha Mengetahui akan apa yang kamu kerjakan. (al-Mukminun: 51).

Dan Dia berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari benda-benda yang baik (yang halal) yang telah Kami berikan kepada kamu, dan bersyukurlah kepada Allah, jika betul kamu hanya beribadat kepadanya. (al-Baqarah:172).

Kemudian Baginda menyebutkan tentang seseorang yang sedang dalam perjalanan panjang, rambutnya kusut dan berdebu. Dia berdoa sambil menadahkan tangannya ke langit, dia berucap: Ya Rabbi, Ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dia dikenyangkan dengan makanan yang haram, lalu bagaimana mungkin doanya dimakbulkan. (Riwayat Imam Muslim)

Sikap terburu-buru sesetengah insan dalam meminta doanya agar dimakbulkan segera sehinggakan wujud perasaan putus asa apabila permintaan tersebut tidak tercapai merupakan antara faktor yang menyebabkan terhalangnya doa itu diterima oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda: Akan dimakbulkan doa salah seorang di antara kamu selagi dia tidak terburu-buru lalu dia mengatakan: Aku sudah berdoa namun tidak dimakbulkan bagiku. (Riwayat Imam al-Bukhari)

Sewajarnya setiap insan tidak putus harapan dalam berdoa dan tetap memperbanyakkan amalan berdoa. Keyakinan bahawa Allah SWT akan memperkenankan doa hamba-hamba-Nya juga merupakan faktor yang dapat mempermudahkan termakbulnya doa.

Sekiranya doa itu diyakini sebagai ibadah maka hendaklah kita menghadapkan doa itu ikhlas hanya kepada Allah SWT tanpa sebarang perantaraan yang bertentangan dengan syarak dan tatacara berdoa itu juga hendaklah bersesuaian dengan sunah Rasulullah agar ia diterima oleh Allah SWT. Doa itu hendaklah dibaca dengan perasaan penuh rendah diri di hadapan Allah dan dengan suara yang perlahan. Firman-Nya:

Berdoalah kepada Tuhan kamu dengan merendah diri dan (dengan suara) perlahan-lahan. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas. (al-A’raaf: 55)

Justru, hendaklah setiap insan melazimkan diri mereka dengan berdoa. Pada masa yang sama hendaklah setiap insan itu juga berusaha untuk memperbaiki kekurangan diri dalam menurut segala perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-Nya agar ia dapat memudahkan termakbulnya doa.

Sumber: http://www.facebook.com/notes/ade-arham/memadailah-kematian-sebagai-nasehat/397066908589

No comments:

Post a Comment