Assalamu'alaikum.

Assalamu'alaikum
Selamat datang di blog ini. Terimaksih atas kunjungannya sahabat

Semoga dapat bermanfaat untuk membuat kita lebih baik lagi, amin....
(bagi yang ingin copy and share artikel yang ada dblog ini, silahkan saja, asal cantumkan sumbernya... :)

Monday, 12 April 2010

KENAPA KITA SLALU MENYALAHKAN SETAN

Setankah alasan bodohnya rutinitas dosa kita atau pilihan manusia tuk benar dan salah kita tahu dunia tergerak oleh kita sendiri, lalu kenapa setan selalu disalahkan...
kembalikan semua pada diri kita,hancurkan semua alasan bodoh itu.
Setan bukanlah penguasa jiwa,manusia tentukan hidupnya. Setan hanyalah instrumen yang memberi pilihan kesalahan dan kedosaan, ia hanya mengajak, mempersuasi, ia bukan yang menentukan hidup kita. Di sisi lain, ada instrumen lain yang selalu mempersuasi dan menarik kita pada kebenaran2 dan kebaikan2.

Karena berdosa membuatmu selalu bertanyai. Tanpa kita sadari dosalah yang membuat manusia bertumbuh dan semakin dewasa. Bahkan, tanpa bermaksud berlebihan, kadang-kadang institusi dosalah yang membuat manusia kreatif dalam merumuskan langkah-langkah baru yang akan ia tempuh. Bayangkan jika tak pernah ada institusi “salah” dan “dosa”, tentu hidup kita lempang. Sebab, seringkali—untuk tak mengatakan selalu—salah dan dosalah yang membuat kita merenung, berintrospeksi, bertanya-tanya… dan perenungan, introspeksi, serta pertanyaanlah yang membuat kecerdasan kita berkembang, kedewasaan kita tumbuh, dan kemanusiaan kita menemukan maknanya.

Namun, sayangnya selama ini kita didik dan dibiasakan untuk mengkambinghitamkan setan sebagai musabab dari segala salah dan dosa. Tanpa kesadaran, kemampuan, dan keinginan untuk berpikir, merenung, dan mengakui bahwa sebenarnya kitalah yang menentukan arah hidup kita sendiri—benar dan salah, hitam dan putih, baik dan buruk. Setan hanyalah instrumen yang memberi pilihan kesalahan dan kedosaan, ia hanya mengajak, mempersuasi, ia bukan yang menentukan hidup kita. Di sisi lain, ada instrumen lain yang selalu mempersuasi dan menarik kita pada kebenaran-kebenaran dan kebaikan-kebaikan. Manusia ada di tengah-tengah keduanya, memiliki kehendak bebas dan kewenangan untuk menentukan mana yang ingin ia pilih dan ikuti.

Kita melalui institusi agama—terlebih dengan tafsir yang keliru-keliru—justru membuat segalanya menjadi terasa “wajar” ketika kita berbuat salah dan dosa, sebab kita bisa menyalahkan oknum yang mendalangi semuanya: setan. Jadilah kita tak pernah benar-benar belajar mengakui dan menentukan bahwa yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar dengan kemampuan dan kesadaran kita sendiri.kau tahu dunia tergerak olehmu, lalu kenapa setan selalu disalahkan?

Sebuah cermin lain yang ingin mengatakan kepadamu bahwa setan bukanlah penguasa jiwamu, tapi kamulah yang memiliki kewenangan, pilihan, otoritas, dan kehendak bebas untuk menentukan benar dan salah hidupmu. Belajarlah untuk mengakui kesalahan dan dosa-dosa. Belajarlah untuk menjadi manusia bebas yang menentukan hidupnya sendiri. FAHD DJIBRAN

SUMBER; http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/kenapa-kita-slalu-menyalahkan-setan/403852546041

No comments:

Post a Comment