Assalamu'alaikum.

Assalamu'alaikum
Selamat datang di blog ini. Terimaksih atas kunjungannya sahabat

Semoga dapat bermanfaat untuk membuat kita lebih baik lagi, amin....
(bagi yang ingin copy and share artikel yang ada dblog ini, silahkan saja, asal cantumkan sumbernya... :)

Monday, 12 April 2010

KECEWA ITU SUNNATULLAH

Pernah kah anda mengalami kekecewaan? Hampir semua makhluk Allah yang bernama manusia pasti pernah mengalami dan merasakan bagaimana dengan yang namanya “kecewa”. Karena pada dasarnya kecewa itu memang dicipta oleh Allah untuk manusia yang memiliki sebuah rasa.
Kecewa adalah ketidakcocokan antara harapan dan kenyataan. Dalam konteks ini, kecewa yang saya maksud adalah kecewa terhadap manusia atau orang lain, atau bisa saja kecewa terhadap diri sendiri. Tetapi sebelum jauh kita membahas kecewa dengan diri sendiri, kita perlu tahu bagaimana kecewa dengan orang lain.
Yup...manusia dengan manusia yang lainnya, diciptakan oleh Allah untuk saling melengkapi satu sama lain dengan perbedaan, hidup berdampingan, saling mengisi dalam kekosongan, bahkan saling merepotkan satu sama lain. For what? Fastabiqul Khoirot Friend....
Jika kita mengkaji dalam Alquran Dan hadist, pada dasarnya manusia itu memang dicipta dengan segala perbedaannya, dari sisi manapun pasti berbeda, meskipun ada yang terlahir dengan kembar siam, tetapi coba lihat dari sisi kepribadiannya, pasti akan berbeda. Manusia secerdas, sejenius, seintelek, atau manusia dengan gelar apapun, ia tidak akan pernah bisa menciptakan sesuatu hal dengan bentuk dan isi yang sama, pasti selalu ada kurangnya. Kalaupun ada, pasti ciptaan manusia itu tidak akan abadi.
So, berarti semua yang ada didunia ini tidak ada yang sempurna. Hanya Allah saja lah kesempurnaan itu. Lalu bagaimana manusia menyikapi kekecewaan itu? Jika suatu waktu, ada sebuah harapan besar maupun kecil dan tidak sesuai dengan kenyataannya. Berarti ada yang salah dengan cara pandang kita, yaitu sikap keseimbangan kita berarti ada yang berat sebelah terhadap harapan dan kenyataan atau dengan bahasa yang sering kita gunakan antara realita dan idealita, ujung-ujungnya kita akan “KECEWA”.
Maka Tips yang saya tawarkan adalah “TAWAZUN”. Sikap tawazun itu perlu, agar kita tidak mengalami kekecewaan yang berlebihan. Bukan berarti kita tidak boleh kecewa, boleh-boleh saja, karena kecewa itu memang dihadirkan oleh Allah, agar kita berfikir, mencerna, menimbang dan memberikan sebuah jalan agar kita tidak salah jalan dalam menentukan sebuah keputusan. Oleh karena itu, bertawazun lah terhadap orang lain, agar kita bisa berfikir dengan bijak, dan menjadi solusi bagi orang lain, bukan malah saling menyalahkan, lalu jontok-jontokkan, ingat...kita hidup berdampingan dengan yang lain bukan untuk saling adu kekuatan seperti layaknya seorang petinju. Apalagi, kita yang mengaku sebagai aktivis dakwah. Permasalahan kita adalah satu yaitu Problematika umat dan itu semua perlu solusi, maka kita harus bersatu dalam setiap perbedaannya. Bukan malah kecewa dengan sebuah komunitas, lalu pergi meninggalkannya. Kalau metode berfikir kita seperti itu, berarti kita termasuk orang-orang yang sempit dalam berfikir. So, bertahanlah dengan kekecewaan itu, karena sebenarnya dibalik itu semua Allah sedang menguji kesabaran kita. Dan hidup dalam lingkungan dakwah, memang penuh dengan kekecewaan. Karena memang dakwah tidak pernah menjanjikan duniawi yang terlihat nyata, tetapi Allah menjanjikan Ukhrawi, dunia yang tak pernah kita lihat. Sehingga ini akan mempengaruhi pola fikir kita, Siapa yang bisa bertahan dialah pemenangnya. Kita kah pemenang itu? Wallahu’alam...
Pesan untuk saudaraku yang sedang merefleksikan diri dipulau lain, Keep Istqomah ya...!!!
Tags: kehidupan

Sumber: http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/kecewa-itu-sunnatullah/407853401041

No comments:

Post a Comment