Assalamu'alaikum.

Assalamu'alaikum
Selamat datang di blog ini. Terimaksih atas kunjungannya sahabat

Semoga dapat bermanfaat untuk membuat kita lebih baik lagi, amin....
(bagi yang ingin copy and share artikel yang ada dblog ini, silahkan saja, asal cantumkan sumbernya... :)

Monday, 12 April 2010

Kecewa Itu Sunnatullah (part 2)

Seperti yang saya tulis sebelumnya, kecewa terhadap orang lain. Maka dalam sesi ini, saya akan mencoba membahas mengenai kecewa dengan diri sendiri. Lho...ko bisa? Didunia ini tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Termasuk kecewa dengan diri sendiri.
Ini merupakan awal yang baik dalam pandangan saya, karena dari sinilah akan ada sebuah proses perubahan yang lebih baik jika diri kita tidak salah dalam memandang sebuah masalah. Kenapa? Karena kalau kita salah dalam memandang, dan menilai sesuatu hal maka akan muncul masalah baru yaitu stress, pada awalnya kita akan memasuki stress dalam fase ringan yang masih bisa kita kendalikan dan mencoba bangkit kembali dari masalah, tetapi jika dari tahap stress ringan ini, tidak bisa kita atasi, maka kita akan memasuki tahap selanjutnya yaitu stress berat atau yang sering kita dengar dengan istilah depresi. Dan pada akhirnya kita akan mengalami gangguan jiwa.

So, sekali lagi bertawazun lah... kecewa itu perlu bagi manusia, agar ada dinamika yang bergerak pada diri kita, yaitu evaluasi atau muhasabah diri. Dalam hal apapun sebaiknya kita sudah membuat perencanaan hidup, lalu mengaplikasikannya, dan jangan lupa evaluasi. Ini perlu kita lakukan untuk menghindari yang namanya gangguan jiwa, karena gangguan jiwa itu tidak mengenal orang lho...anak seorang pejabat sekalipun, atau sekaya apapun bisa terkena yang namanya gangguan jiwa. Maka dari itu, obat yang paling mujarab adalah kekuatan iman. Adakah kita punya iman? Pastikan ia selalu ada dalam diri kita, agar kita tidak mudah kecewa terhadap diri kita sendiri atau dengan kata lain Futur. Turunnya semangat yang dari naik malah menjadi turun.

Berhati-hatilah kita terhadap sesuatu hal yang masih menjadi goib untuk masa depan kita kelak. Ketika kita mengalami kekecewaan terhadap diri sendiri, maka ini masih ada kaitannya dengan takdir Allah untuk diri kita. Mohonlah pada Allah, dan berusahalah terus. Karena Allah pernah mengatakan bahwa Ia tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaumnya itu sendiri. Atau prasangkaan Allah itu sesuai dengan prasangkaan manusia. Jika prasangka kita baik terhadap Allah, maka Allah pun akan membalas dengan kebaikan pula. Maka ber positif thingking lah terhadap Allah.

Dan, jika mau melihat lebih mendalam, sebenarnya ada yang Allah mau lho dengan diri kita yang sedang diberikan MASALAH... kenapa? Saya teringat perkataan seorang saudara, “orang yang besar itu, harus banyak memiliki bekal, salah satu bekal yang paling utama adalah pengalaman. Dan pengalaman yang sangat berharga bagi orang-orang besar adalah hikmah. Jika siapa diantara manusia berhasil memecahkan masalah dengan hikmah, maka ia akan menjadi orang-orang besar suatu saat nanti. Amin...
Lagian sayang lho...kalau setiap harinya kita hanya mengeluh dan mengeluh, tanpa ada usaha untuk mencoba bangkit. Mungkin yang menjadi penyebab kita tidak mau mencoba adalah “Malu atau tidak PeDe”. Semangat Friend...that’s live.... just for us, kesuksesan tergantung dari kita bagaimana cara kita mengelolanya. Maka kelola hidup kita dengan baik, agar bisa menjadi bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain tentunya. Oke...semoga Allah memberikan kekuatan pada kita terhadap ujian yang akan kita lalui, dan menjadi dewasa dalam setiap bertambahnya umur kita. Amin...

Sumber; http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/kecewa-itu-sunnatullah-part-2/407854401041

No comments:

Post a Comment